MALILI, BUKAMATA – Senin, 30 Maret 2020 malam. Hujan mengguyur wilayah Malili, Luwu Timur sejak pukul 18.20 Wita. Termasuk di Desa Laskap.
Malam itu, keluarga Mama Sua sedang lelap. Di rumah itu, selain Mama Sua, juga ada Uttang, Chelsi (9) dan Lato' (70).
Tiba-tiba, terdengar suara gemuruh dari atas pada pukul 22.30 Wita. Sebuah material tanah dan batu bergerak dari atas.
Mama Sua dan Uttang bergegas menyelamatkan diri. Chelsi dan Lato tertinggal di dalam rumah. Keduanya kemudian ditemukan meninggal dunia.
Kades Laskap, Herman Zein mendapat informasi soal bencana menimpa warganya pada pukul 23.00 Wita. Dia bergegas ke lokasi. Di TKP sudah dipadati warga.
Jenazah Lato' ditemukan sekitar pukul 01.00 Wita. Menyusul korban kedua, Chelsi (9) yang ditemukan sekitar pukul 05.00 Wita.
Jenazah sudah disemayamkan di rumah kerabat korban. Chelsi akan dimakamkan di TPU Karebbe, Desa Laskap, Kecamatan Malili. Sedangkan jenazah Lato’ akan dimakamkan di kampung halamannya, di Bone.
BERITA TERKAIT
-
Kerugian Akibat Bencana Sumut Ditaksir Tembus Rp20 Triliun
-
Sejumlah Lembaga Zakat Nasional Bersinergi Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh Tamiang
-
Korban Banjir Sumatera Terus Bertambah, 774 Meninggal dan 551 Hilang
-
25 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Angkona, Pemkab Luwu Timur Salurkan Bantuan untuk Korban Terdampak
-
Kementrian PU Kerahkan Alat Berat ke Sumatera, Buka Akses ke Wilayah Terisolasi