PAPUA, BUKAMATA - Nason Ninim tampak serius. Pria yang ditunjuk sebagai Komandan Operasi TPNPB-OPM di Bukit Bintang itu, membuat laporan untuk Panglima Kodap XV Ngalum Kupel, Lamek Taplo.
Pagi itu, Nason melaporkan, mereka diserang TNI di pagi buta, sekitar pukul 04:00 sampai dengan pukul 05:51 WIT.
Nason mengeluh, saat dunia tengah menghadapi virus corona, mereka malah diserang diam-diam oleh TNI.
"Seluruh dunia hari ini melawan coronavirus tetapi, anggota TNI/POLRI diam-diam datang serang kami di sini. Tetapi ingat anak dan istri mereka ini ketakutan, menghadapi virus corona yang menular dan mematikan ini," begitu pengaduan Nason.
Panglima Kodap XV Ngalum kupel, Lamek Taplo melalui Fanpage Facebook The TPNPB News mengaku tidak mau bicara banyak. Indonesia kata dia, harus mengakui bahwa prajurit TNI telah menjadi korban di medan pertempuran, dan itu harus diumumkan sendiri.
"Kita perang sampai Papua harus merdeka, karena ini adalah hak politik kami. Hak politik kami bangsa Papua harus direbut melalui perang pembebasan nasional," tegasnya.
Kemarin, TPNPB-OPM juga menyerang karyawan PT Freeport. Ada tiga tertembak. Satu yang diketahui tewas, merupakan karyawan PT Freeport asal Selandia Baru.
BERITA TERKAIT
-
Prabowo Minta Gibran Selesaikan Masalah Hak Asasi dan Percepat Pembangunan di Papua
-
Danlantamal VI Sambut Kepulangan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 432/WSJ di Dermaga Lantamal VI Makassar
-
Ratusan Prajurit TNI AD Dikirim ke Papua untuk Jaga Perbatasan
-
Pilot Susi Air yang Disandera OPM Akhirnya Bebas Lewat Negosiasi
-
Komandan Koramil 1703-04/Aradide Tewas di Tangan OPM