TAKALAR - Tingginya jumlah warga yang terindikasi gejala virus corona (Covid-19) di Sulawesi Selatan membuat pemerintah Kabupaten Takalar semakin ketat dalam melakukan pengawasan.
Bukan hanya dilakukan kepada warga, namun pengawasan juga dilakukan terhadap seluruh mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sembilan kecamatan di Takalar.
Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19, Bupati Takalar, Syamsari Kitta menginstruksikan agar mahasiswa yang sedang menjalankan KKN untuk sementara waktu dipulangkan hingga kondisi mulai kondusif.
Instruksi itu dikeluarkan Bupati Takalar dikarenakan salah satu mahasiswa yang sedang KKN di Takalar masuk dalam daftar Orang Dalam Pengawasan (ODP).
"Salah satu mahasiswa KKN yang menunjukkan gejala deman tinggi, menggigil tidak batuk. Setelah ditelusuri oleh tim PSC, pasien ini memiliki riwayat kontak dengan salah satu teman KKN-nya yang juga pernah kontak dengan salah satu dosen yang positif terkena Covid-19," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan dr. Rahmawati.
dr. Rahmawati menambahkan, keluhan pasien ODP ini muncul setelah kurang lebih sepekan pasca kontak dengan rekannya tersebut. Olehnya itu, untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, Pemerintah mengambil tindakan dengan memulangkan seluruh mahasiswa yang sedang KKN di Takalar.
"Alhamdulillah, Bapak Bupati sudah menindaklanjuti dengan menginstruksikan agar memulangkan ke kampusnya semua mahasiswa KKN yang ada di Takalar," Tambah Kadis Kesehatan.
Sebelum memulangkan seluruh mahasiswa KKN, Dinas Kesehatan melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap seluruh mahasiswa dan pemilik rumah posko KKN mahasiswa tersebut.
BERITA TERKAIT
-
Takalar Matangkan Proyek PLTS 100 MW Bersama PLN, Investasi Energi Bersih Dibidik Jadi Penggerak Ekonomi
-
Libatkan 24 Pesantren, Festival Santri Takalar 2026 Jadi Panggung Kreativitas Generasi Muda
-
Tak Hanya Pawai, Festival Pesantren Takalar Jadi Panggung Kreativitas Santri
-
Wakil Bupati Takalar Dukung Aisyah Nurul Izzah Ramli Berkompetisi di Tingkat Nasional
-
Bupati Takalar Wajibkan ASN Terapkan Budaya 5S, Pelayanan Publik Tak Cukup Sekadar Ramah