Ulfa
Ulfa

Jumat, 27 Maret 2020 17:53

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe.
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe.

Banggar DPRD Sulsel Sepakati Rp 500 M untuk Tangani Krisis Corona

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe menyebut anggaran sebesar Rp 500 miliar akan dikucurkan untuk mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Sulsel.

MAKASSAR - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulawesi Selatan resmi menyetujui anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk mengatasi penyebaran virus corona atau Covid-19 di Sulsel.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua DPRD Sulsel, Ni'matullah Erbe. Menurutnya, anggaran tersebut akan diturunkan dalam dua tahap pada 2020 ini. Tahap pertama, katanya, DPRD Sulsel menyetujui Rp 250 miliar untuk penanganan virus corona selama dua bulan kedepan.

"Jadi Rp 250 miliar pertama untuk anggaran selama dua atau tiga bulan sampai Juni. Kalau kondisinya semakin parah, kita akan tambah Rp 250 miliar lagi. Jadi total Rp 500 miliar yang disepakati Banggar," ungkap Ulla, sapaan karibnya, Jumat (27/3/2020).

Pekan lalu, kata Ulla, DPRD Sulsel berinisiatif meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Sulsel untuk membuat rancangan perubahan parsial 2020 sekaitan pencegahan Covid-19.

Berdasarkan proposal yang dimasukkan Pemprov itu, kata Ulla, menyebut jika anggaran yang dibutuhkan saat ini adalah sebesar Rp 100 miliar lebih. Rinciannya untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp 62 miliar dan sisanya untuk dinas lainnya.

"Namun bagi kami (dewan), besaran anggaran itu tidak cukup. Itu sama saja menghadapi keadaan luar biasa dengan cara biasa-biasa saja. Makanya kita putuskan karena pertimbangan keuangan Pemprov saat ini tersisa saldo Rp 520 miliar, sementara pembayaran gaji dan TPP Rp 193 miliar. Jadi kita melakukan bertahap," jelasnya.

Untuk tahun anggaran 2020, kata Ulla, pihak dewan telah membuka ruang ke TAPD untuk melakukan perubahan mata anggaran.

"Senin (30/3/2020) kita minta rincian kebutuhannya. Pemprov harus fokus ke beberapa hal ini untuk penanganan Covid-19, seperti pembenahan rumah sakit milik Pemprov, serta membuat rumah sakit khusus penanganan pasien positif corona," katanya.

"Bayangkan, tempat tidur yang siap pakai saat ini hanya 200 unit. Saya minta sampai Mei minimal 300 unit untuk khusus pasien positif. Pemda harus siap dengan itu," demikian Ulla.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#DPRD Sulsel #Virus Corona