Ulfa
Ulfa

Kamis, 19 Maret 2020 11:50

Gatot Nurmantyo. IST
Gatot Nurmantyo. IST

Istana Tanggapi Pernyataan Gatot Nurmantyo Soal Makmurkan Masjid

Pihak Istana meminta semua pihak untuk mengikuti imbauan Presiden Jokowi terkait virus corona. Itu menyusul pernyataan Gatot Nurmantyo.

BUKAMATA - Pihak Istana menanggapi pernyataan Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang menggaungkan salat untuk memakmurkan masjid di tengah wabah virus corona (COVID-19) di Indonesia.

Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Donny Gahral Adian menyampaikan kembali pesan Presiden Jokowi untuk mencegah penularan dari virus corona.

"Saya kira kita harus melihat prioritas yaitu mencegah penyebaran, menjaga agar yang sakit tidak menular ke yang sehat. Yang sehat tetap sehat dan terlindungi dari yang sakit. Oleh karena itu saya pikir imbauan presiden sudah sangat tepat dan siapa pun harus mengikuti dan justru mensosialisasikan imbauan tersebut sampai akar rumput," kata Donny Gahral Adian, Rabu (18/3/2020) malam.

Menurut Donny, imbauan Jokowi untuk beribadah di rumah dimaksudkan untuk mencegah penularan virus corona. Jokowi juga berpesan kepada masyarakat untuk mengurangi secara signifikan aktivitas di luar rumah. Pesan ini bersifat sementara atau situasional.

"Jadi imbauan presiden untuk menjaga agar penyebarannya tidak semakin luas. Semua peluang yang buat COVID-19 menyebar harus diminimalisir. Termasuk juga ibadah dan meskipun ini tidak berlaku seterusnya. Hanya di dalam kurun waktu situasi tanggap darurat yang ditetapkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana," kata Donny.

Sebelumnya, Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn), Gatot Nurmantyo angkat bicara terkait salat berjemaah di tengah penyebaran virus corona (Codiv-19) di Indonesia.

Menurut Gatot, pembatasan salat berjemaah dinilai keliru. Sebab jika dibandingkan dengan China, di mana banyak orang justru berbondong-bondong datang ke masjid ketika wabah Virus Corona melanda negeri itu.

"Sepertinya ada yang keliru..?? Di negeri asalnya covid-19-cina, yg penganut paham komunis dan sebagian besar tdk beragama beramai-ramai mendatangi Masjid dan Belajar Berwudhu hingga mengikuti Sholat Berjamaah," tulis Gatot.

"Namun di negeri Mayoritas Muslim justru sebaliknya..?? Mereka beramai-ramai Mengaungkan phobia dgn Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai Sumber Penularan Covid-19..?? Lalu apakah mall, lift sarana umum, gereja, vihara, temple, klenteng "lebih aman" daripada Masjid..??," sambungnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gatot Nurmantyo #Virus Corona

Berita Populer