Serap Aspirasi Warga Ujung Pandang, Ridwan Wittiri Tekankan Pemutakhiran Data Bansos
01 Februari 2026 17:46
475 orang meninggal dalam sehari karena virus corona. Jika ditotal, kurang lebih 3.000 orang yang sudah meninggal.
BUKAMATA - Jumlah korban meninggal dunia akibat virus corona di Italia telah mencapai 475 orang dalam sehari.
Saat ini, total kematian di Italia menjadi hampir 3.000 orang—peningkatan tertinggi sejak awal wabah Covid-19.
Saat ini, Italia adalah negara paling parah terpapar Covid-19 setelah China. Di Itali, terdapat 35.713 kasus terkonfirmasi positif, dengan lebih dari 4.000 di antara mereka telah pulih.
Adapun wilayah terparah adalah Lombardy, yang mencatat 319 kematian dalam sehari.
Lockdown telah diberlakukan di Italia selama hampir dua pekan sebagai bagian dari upaya pihak berwenang untuk menghentikan laju penyebaran virus corona.
Masyarakat telah diminta berada di dalam ruangan, namun jumlah kematian terus bertambah.
"Namun untuk menekan dan mengendalikan epidemi, negara-negara harus mengisolasi, menguji, merawat, dan melacak," kata Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus.
Direktur kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, situasi di Italia mungkin disebabkan jumlah kasus yang "menakjubkan" serta banyaknya kaum lansia di antara populasi negara tersebut.
Sejak pekan lalu, pemerintah Italia memerintahkan semua toko ditutup, kecuali toko bahan pangan dan apotek.
Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan semua bar, restoran, salon, dan divisi kantor yang tidak bersifat esensial mesti sementara ditutup. Adapun layanan antar makanan bakal diperbolehkan.
Langkah itu dibarengi dengan penutupan sekolah, pusat kebugaran, kolam renang, kelab malam, museum dan resor ski di seantero Italia.
Conte, yang pidatonya disiarkan langsung oleh stasiun televisi, mengatakan kebijakan ini berlaku hingga 25 Maret mendatang.
Menanggapi situasi ini, Kedutaan Besar RI di Roma sudah menyiapkan langkah.
"Dalam briefing pertama [dengan pemerintah Italia] kami sudah meminta agar ada aturan bahwa semua embassy [kedutaan asing], termasuk KBRI, punya akses kepada warga negara [yang terpapar virus]," kata Esti Andayani, dubes RI di Roma, kepada BBC News Indonesia.
"Dan mereka menjanjikan jika ada WNI yang terpapar -- [karena] tentunya kami tidak langsung tahu -- itu menjadi tugas Kementerian Kesehatan dan institusi emergency civil protection, untuk memberi notifikasi kepada kami," kata Dubes Esti.
"Kami juga akan mematuhi aturan/protokol yang berlaku, bahwa kami tidak akan membuka identitas [warga yang terpapar virus], di sini aturannya sangat ketat untuk tidak membuka identitas warga yang terpapar Covid-19," kata Esti.
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 17:46