Redaksi : Minggu, 01 November 2026 18:20
Zahra Nazira Firman, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Trisakti periode 2026–2027

JAKARTA, BUKAMATANEWS — Nama Zahra Nazira Firman menjadi perhatian publik setelah tampil memimpin aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta Pusat, Kamis (29/10/2026). Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum (BEM FH) Universitas Trisakti periode 2026–2027 itu mencuri perhatian lewat orasi dan keberaniannya menyuarakan tuntutan mahasiswa kepada pemerintah.

Dalam aksi yang digelar sehari setelah peringatan Hari Sumpah Pemuda tersebut, Zahra berdiri di atas mobil komando dan memimpin pembacaan Sumpah Mahasiswa bersama ratusan peserta demonstrasi.

Aksi itu membuat sosoknya semakin dikenal, terutama setelah video orasinya ramai diperbincangkan di media sosial.

Namun, di balik sorotan tersebut, Zahra memiliki rekam jejak panjang dalam organisasi kemahasiswaan. Pengalamannya memimpin organisasi bahkan telah dimulai sejak duduk di bangku sekolah.

Aktif Berorganisasi Sejak Sekolah

Zahra Nazira Firman merupakan mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Sebelum dipercaya menjadi Ketua BEM FH Trisakti periode 2026–2027, ia telah terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi, baik di lingkungan sekolah maupun kampus.

Saat masih bersekolah di Alexandria Islamic School, Zahra pernah menjabat sebagai Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tingkat SMP pada 2018. Pengalaman tersebut berlanjut ketika ia kembali dipercaya menjadi Ketua OSIS di tingkat SMA untuk periode 2021–2022.

Memasuki dunia perkuliahan, aktivitas organisasinya semakin berkembang. Zahra bergabung dengan sejumlah organisasi mahasiswa dan terlibat dalam kegiatan yang berkaitan dengan hukum, advokasi, serta pengembangan kapasitas mahasiswa.

Pada periode 2024–2025, ia tercatat menjadi staf Kementerian Hukum dan Perundang-Undangan dalam organisasi Kepresidenan Mahasiswa Universitas Trisakti.

Pada periode yang sama, Zahra juga terlibat sebagai anggota Divisi Mahasiswa Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) Universitas Trisakti.

Pengalamannya berlanjut pada periode 2025–2026 ketika ia bergabung dengan BEM Fakultas Hukum Universitas Trisakti. Setahun kemudian, Zahra memperoleh kepercayaan untuk memimpin organisasi mahasiswa tersebut.

Perjalanan ini memperlihatkan konsistensinya dalam kegiatan kemahasiswaan sebelum akhirnya menjadi salah satu figur mahasiswa yang mendapat perhatian publik.

Punya Rekam Jejak di Bidang Akademik

Selain aktif berorganisasi, Zahra juga terlibat dalam berbagai kegiatan akademik dan pengembangan kemampuan mahasiswa.

Pada 2024, ia dipercaya menjadi ketua pelaksana seminar nasional bertajuk Riuh Pilkada. Kegiatan tersebut menjadi salah satu pengalaman penting dalam keterlibatannya pada forum diskusi dan kajian isu politik.

Zahra juga mengikuti sejumlah kegiatan pengembangan kepemimpinan di lingkungan Universitas Trisakti, termasuk Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), Latihan Kepemimpinan Hukum Fakultas Hukum, serta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMM-TD) dan Tingkat Menengah (LKMM-TM).

Dalam kegiatan LKMM-TD Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Zahra tercatat meraih predikat Peserta Terbaik.

Di bidang hukum, ia juga pernah menjadi delegasi dalam Kompetisi Debat Hukum Nasional pada ajang Sultan Jawara Law Festival II yang diselenggarakan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta).

Pengalaman lainnya mencakup keterlibatan dalam kegiatan Trisakti Business Law Fair dan berbagai agenda pengembangan mahasiswa.

Rangkaian pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik dan organisasinya selama menempuh pendidikan tinggi.

Pimpin Aksi Mahasiswa, Suarakan Tiga Tuntutan

Nama Zahra semakin mencuat setelah memimpin aksi mahasiswa Universitas Trisakti di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, pada 29 Oktober 2026.

Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa membawa tiga tuntutan utama, yakni pemulihan sektor ekologi, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan nasional; penghapusan rangkap jabatan pejabat publik; serta penegakan supremasi sipil.

Tuntutan itu mencerminkan perhatian mahasiswa terhadap persoalan lingkungan, pemenuhan hak dasar masyarakat, tata kelola pemerintahan, dan hubungan sipil-militer.

Zahra menilai pendidikan, kesehatan, dan ekonomi merupakan kebutuhan mendasar yang harus dijamin negara bagi seluruh warga.

Ia juga menyoroti persoalan lingkungan, termasuk kebakaran hutan dan lahan, yang dinilai membutuhkan penanganan serius serta kejelasan tanggung jawab.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendorong pemerintah melakukan evaluasi dan menghadirkan langkah konkret dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang mereka suarakan.

Kepemimpinan Zahra dalam demonstrasi itu sekaligus menempatkannya sebagai salah satu wajah gerakan mahasiswa yang tengah menjadi perhatian publik.

Dengan pengalaman organisasi sejak sekolah, keterlibatan dalam kegiatan akademik, serta perannya memimpin BEM FH Trisakti, Zahra kini berada dalam sorotan bukan hanya karena orasinya, tetapi juga perjalanan kepemimpinan yang mengantarkannya ke panggung gerakan mahasiswa.