Redaksi : Sabtu, 24 Oktober 2026 09:10

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Peta politik Sulawesi Selatan memasuki babak baru setelah Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan periode 2026–2031.

Terpilihnya Appi dalam Musyawarah Daerah (Musda) V Demokrat Sulsel yang berlangsung di Hotel Claro Makassar, Jumat (23/10/2026) malam, menandai babak baru perjalanan politiknya setelah meninggalkan Partai Golkar dan bergabung dengan partai berlambang bintang mercy tersebut.

Appi mendapat dukungan penuh dari kader Demokrat dalam forum musyawarah. Ia menjadi satu-satunya bakal calon yang mengembalikan formulir pendaftaran hingga batas waktu yang ditentukan.

Dukungan dari 24 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan turut memperkuat langkah Appi menuju kursi kepemimpinan partai di tingkat provinsi.

Kepercayaan tersebut sekaligus membuka tantangan baru bagi Appi. Ia tidak hanya dituntut menjaga soliditas internal, tetapi juga memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat akar rumput.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) turut memberikan sambutan kepada Appi dalam pembukaan Musda V Demokrat Sulsel melalui sambungan konferensi video.

AHY menyampaikan ucapan selamat datang kepada Appi yang kini menjadi bagian dari keluarga besar Demokrat.

“Welcome to the club. Saya sudah kenal cukup lama dengan Bung Appi, yang membedakan tentunya sekarang warna bajunya menjadi biru, semakin cerah warnanya,” ujar AHY.

Pernyataan tersebut menjadi penanda bergabungnya Appi dalam barisan politik Demokrat setelah sebelumnya berkiprah bersama Golkar.

Appi sendiri pernah mendapat dukungan Demokrat dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Makassar pada 2020 dan 2024. Kedekatan politik tersebut menjadi salah satu latar belakang yang ia sampaikan ketika memutuskan bergabung dengan Demokrat.

Kini, hubungan politik itu berkembang lebih jauh. Appi dipercaya memimpin Demokrat Sulsel untuk lima tahun ke depan.

Konsolidasi dan Susunan Pengurus Jadi Ujian Pertama

Setelah terpilih, pekerjaan awal Appi adalah menyusun kepengurusan baru bersama tim formatur. Ia mendapat waktu paling lama 30 hari untuk merampungkan struktur organisasi tersebut.

Appi menegaskan penyusunan kepengurusan akan mempertimbangkan kapasitas, pengalaman, dan potensi kader. Pengurus lama juga tetap memiliki peluang untuk masuk dalam struktur kepengurusan yang baru.

Menurutnya, penentuan posisi dalam organisasi perlu didasarkan pada kriteria dan kebutuhan partai, bukan semata-mata berdasarkan kedekatan personal.

Langkah ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara kader lama dan kader baru sekaligus membangun organisasi yang solid.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengingatkan pentingnya merangkul kader yang telah lama berjuang membesarkan Demokrat di Sulawesi Selatan.

Ia juga mendorong penguatan jaringan organisasi hingga tingkat ranting dan anak ranting agar mesin partai berjalan lebih efektif.

Estafet Kepemimpinan Setelah Ni'matullah

Terpilihnya Appi sekaligus mengakhiri periode kepemimpinan Ni'matullah Erbe yang telah memimpin Demokrat Sulsel selama dua periode.

AHY menyampaikan apresiasi atas pengabdian Ni'matullah selama 22 tahun dalam membesarkan partai. Ia menilai kontribusi kader senior tersebut merupakan bagian penting dari perjalanan Demokrat di Sulawesi Selatan.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum bagi Demokrat Sulsel untuk memperkuat konsolidasi internal dan mempersiapkan diri menghadapi agenda politik berikutnya.

Dengan dukungan kader yang telah diperoleh, Appi kini memikul tanggung jawab untuk menerjemahkan kepercayaan tersebut menjadi kerja organisasi yang terukur.

Tantangan berikutnya bukan hanya merampungkan kepengurusan, melainkan memastikan seluruh elemen partai bergerak bersama dalam memperkuat posisi Demokrat di Sulawesi Selatan.