Redaksi : Jumat, 23 Oktober 2026 19:41

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Hujan terpantau terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Gowa, Maros, dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), khususnya kawasan dataran tinggi. Fenomena tersebut terdeteksi melalui radar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dengan Malino, Kabupaten Gowa, menjadi salah satu wilayah yang mengalami hujan.

Staf Prakirawan BMKG Makassar, Farid, menjelaskan bahwa hujan di kawasan dataran tinggi seperti Malino merupakan fenomena yang berpotensi terjadi akibat proses pembentukan awan dari wilayah laut yang kemudian bergerak menuju daratan.

Menurut Farid, awan yang terbentuk di laut dapat terbawa angin ke wilayah daratan. Ketika massa udara dan awan tersebut bergerak menuju daerah dengan ketinggian yang lebih tinggi, proses pengangkatan udara dapat memicu pertumbuhan awan hingga menghasilkan hujan.

“Potensi Hujan memang ada di wilayah dataran tinggi seperti Malino. Hujan yang terjadi merupakan imbas dari pembentukan awan dari laut,” jelas Farid.

Ia menerangkan, ketika awan yang terbentuk di laut bergerak menuju daratan dan bertemu dengan wilayah berketinggian lebih tinggi, massa udara dapat terdorong naik mengikuti kontur pegunungan. Proses ini memungkinkan udara mendingin dan uap air mengalami kondensasi hingga terbentuk awan hujan.

Kondisi tersebut dapat menjelaskan mengapa hujan lebih berpotensi terjadi di kawasan dataran tinggi, meskipun wilayah lain di sekitarnya belum tentu mengalami kondisi hujan dengan intensitas yang sama.

Berdasarkan informasi yang disampaikan, hujan sangat ringan sebelumnya juga sempat terjadi pada 17 Oktober 2026. Sementara itu, hujan yang terpantau hari ini, Jumat (23/10/2026), dilaporkan memiliki intensitas yang relatif lebih lebat.

Meski demikian, intensitas dan sebaran hujan di setiap wilayah dapat berbeda, bergantung pada kondisi atmosfer, pergerakan massa udara, serta proses pertumbuhan awan di masing-masing daerah.

Masyarakat yang beraktivitas di kawasan dataran tinggi, terutama Malino dan sekitarnya, diimbau tetap memperhatikan perkembangan cuaca serta informasi resmi BMKG, khususnya saat melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan.

Pemantauan radar menjadi salah satu instrumen penting untuk mengetahui sebaran dan perkembangan hujan. Informasi tersebut dapat membantu masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang berpotensi terjadi dalam waktu singkat.