Redaksi : Senin, 19 Oktober 2026 09:24

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengapresiasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jalan Rusa, Kecamatan Makassar, yang dinilai mampu mempererat silaturahmi warga, menekan potensi tawuran antarkelompok, sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat melalui keterlibatan ratusan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Program yang digagas Camat Makassar, Tri Sugiarto Burhan, tersebut resmi diluncurkan oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Kehadiran CFD ini diharapkan menjadi ruang publik yang tidak hanya dimanfaatkan untuk berolahraga, tetapi juga sebagai wadah interaksi sosial dan pemberdayaan ekonomi warga.

Fasruddin Rusli yang akrab disapa Acil mengatakan, peluncuran CFD Jalan Rusa menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan yang telah memasuki pekan ketiga pelaksanaannya. Ia menilai program tersebut memiliki manfaat lebih luas karena dapat mempertemukan masyarakat dalam suasana yang positif dan produktif.

“CFD ini menjadi ajang silaturahmi warga. Masyarakat bisa saling menyapa dan mempererat persaudaraan,” ujar Acil.

Menurutnya, kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung dapat menjadi salah satu upaya untuk meminimalkan potensi konflik antarkelompok. Melalui aktivitas olahraga, rekreasi keluarga, dan interaksi di ruang publik, warga memiliki kesempatan untuk membangun komunikasi serta memperkuat hubungan sosial.

Acil berharap CFD Jalan Rusa dapat menjadi ruang kebersamaan yang mempererat hubungan antarwarga di Kecamatan Makassar. Dengan semakin banyaknya masyarakat yang terlibat dalam kegiatan positif, diharapkan potensi perselisihan dapat ditekan dan suasana lingkungan tetap kondusif.

Selain dampak sosial, CFD Jalan Rusa juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat. Sekitar 200 hingga 300 pelaku UMKM telah mendaftar untuk membuka lapak dan menawarkan beragam produk kepada pengunjung.

Keterlibatan ratusan pelaku usaha tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap ruang berjualan yang mudah diakses dan terjangkau. CFD pun berpotensi menjadi sarana bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar, memperkenalkan produk, serta meningkatkan pendapatan keluarga.

Untuk mendukung partisipasi pelaku usaha, pengelola menetapkan biaya stan sebesar Rp10.000 per minggu. Tarif tersebut diharapkan tidak menjadi beban bagi pedagang kecil yang ingin memanfaatkan kegiatan CFD sebagai sumber penghasilan tambahan.

Meski demikian, jumlah peserta untuk sementara dibatasi karena keterbatasan ruang dan kebutuhan penataan lokasi. Acil menegaskan, pengaturan stan perlu dilakukan secara tertib agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu kenyamanan pengunjung maupun fungsi ruang publik.

Aspek kebersihan juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan CFD. Iuran kebersihan dari para pelaku UMKM dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah, termasuk pembersihan area setelah kegiatan berakhir. Pembersihan dilakukan di sepanjang kawasan kegiatan, mulai dari Jalan Mongisidi hingga Jalan Dr. Sam Ratulangi.

Acil berharap CFD Jalan Rusa dapat terus dikembangkan sebagai ruang publik yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang baik, kegiatan tersebut diharapkan mampu menyatukan kepentingan sosial, ekonomi, dan kebersihan lingkungan dalam satu program yang melibatkan partisipasi warga.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah kecamatan, panitia, pelaku UMKM, dan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan kegiatan. Dengan semangat kebersamaan, CFD Jalan Rusa diharapkan tidak hanya menjadi agenda mingguan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kerukunan warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Makassar.

TAG

BERITA TERKAIT