Redaksi : Rabu, 14 Oktober 2026 13:27

MAKASSAR, BUKAMATA - Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar, Adi Akbar, meminta Pemerintah Kota Makassar segera menerbitkan surat edaran yang mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Langkah ini dinilai penting untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan penurunan kualitas udara di Kota Makassar.

Adi Akbar menilai, kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Imbauan resmi diperlukan agar masyarakat memahami risiko paparan polusi udara sekaligus mengetahui langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam aktivitas sehari-hari.

“Ini perlu menjadi atensi pemerintah. Setidaknya, pemerintah bisa mengimbau seluruh warga Kota Makassar, terutama untuk menggunakan masker saat keluar rumah,” kata Adi Akbar, Rabu (14/10/2026).

Menurut legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, penerbitan surat edaran dapat menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lebih luas. Dengan adanya imbauan resmi, warga diharapkan lebih waspada dan tidak mengabaikan kondisi udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Ia berharap sosialisasi mengenai penggunaan masker dapat dilakukan melalui berbagai saluran komunikasi pemerintah, termasuk perangkat daerah dan aparat kewilayahan. Dengan demikian, pesan pencegahan dapat menjangkau masyarakat hingga ke tingkat lingkungan permukiman.

Selain menyoroti dampak kabut asap, Adi Akbar juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berkepanjangan. Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat membahayakan keselamatan warga dan lingkungan sekitar.

Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah kondisi instalasi listrik di rumah. Ia meminta masyarakat memastikan instalasi listrik dalam keadaan aman serta menghindari penggunaan peralatan listrik yang berpotensi memicu korsleting.

“Di tengah kemarau yang berkepanjangan ini, kita berharap seluruh warga Kota Makassar lebih berhati-hati, terutama terhadap arus pendek listrik,” ungkapnya.

Adi Akbar turut mengingatkan warga untuk memperhatikan penggunaan kompor gas, khususnya elpiji tiga kilogram. Masyarakat diminta memastikan kompor dan area dapur dalam kondisi aman, terutama sebelum meninggalkan rumah atau setelah selesai memasak.

Menurutnya, cuaca panas dan lingkungan yang kering dapat meningkatkan risiko kebakaran. Karena itu, kewaspadaan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan langkah antisipasi yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin sebelumnya juga memberikan perhatian terhadap kondisi kabut asap dan penurunan kualitas udara di Kota Makassar. Ia meminta jajaran pemerintah kota mengambil langkah cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat dari paparan polusi udara.

Perhatian khusus perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil, yang berisiko lebih tinggi terdampak kondisi udara yang memburuk. Koordinasi antarpihak serta penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat diharapkan dapat membantu mengurangi risiko kesehatan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran.

TAG

BERITA TERKAIT