Redaksi
Redaksi

Jumat, 09 Oktober 2026 18:28

Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Filosofi Pappaseng Berpadu dengan Desain Modern

Wali Kota Appi Luncurkan Logo HUT ke-419 Makassar, Filosofi Pappaseng Berpadu dengan Desain Modern

Logo HUT ke-419 Makassar merupakan hasil sayembara desain yang diselenggarakan Pemkot Makassar melalui Dinas Pariwisata, berkolaborasi dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar.

Menurut Munafri, perancangan logo menjadi ruang kreatif untuk menerjemahkan kearifan lokal Makassar ke dalam karya visual yang relevan dengan perkembangan zaman.

"Dengan begitu, identitas budaya tidak hanya kita pertahankan, tetapi juga dapat dikomunikasikan melalui pendekatan yang lebih modern dan mudah diterima berbagai kalangan," ungkapnya.

Dalam proses penilaian, Wali Kota Makassar bersama tim kurator menetapkan Agung Alfata, desainer Tudob Studio, sebagai pemenang.

Ia terpilih setelah melalui proses seleksi dan presentasi akhir bersama tiga finalis lainnya.

Konsep karya Agung mengangkat filosofi pappaseng, yakni petuah atau pesan yang mengandung nilai-nilai luhur dalam kehidupan masyarakat Bugis-Makassar.

Filosofi tersebut kemudian dipadukan dengan tema HUT ke-419 untuk menghadirkan pesan tentang harapan, kolaborasi, dan tanggung jawab terhadap masa depan.

"Saya melihat ada beberapa hal yang dipadukan. Pertama, tagline menyalakan harapan di dalam situ, yang diambil dari filosofi Makassar, yaitu pappaseng," jelas Munafri.

Ia menilai, perpaduan tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya dapat terus hidup melalui karya kontemporer tanpa kehilangan akar identitasnya.

Artinya, ada petuah membangun kolaborasi antara nilai-nilai luhur budaya yang diaplikasikan dengan gaya modern, menghasilkan karya yang sangat kontemporer," tuturnya.

Bagi Munafri, keberadaan logo tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kearifan lokal merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat Makassar yang harus terus dijaga di tengah perubahan zaman.

"Budaya, local wisdom, harus benar-benar terus kita jaga. Karena ini merupakan identitas yang dari zaman dulu menjadi penguat bagi kita semua," jelas politisi baru masuk partai Demokrat itu.

Lebih lanjut Appi menjelaskan, Tema "Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan" menjadi refleksi perjalanan panjang Kota Makassar yang telah melewati berbagai fase sejarah, perjuangan, dan perubahan lintas generasi.

Memasuki usia 419 tahun, Makassar dihadapkan pada tantangan pembangunan yang semakin kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk, perubahan iklim, hingga kebutuhan menghadirkan lingkungan hidup yang lebih layak bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, harapan tidak cukup berhenti sebagai slogan. Harapan harus diwujudkan melalui kerja nyata, kolaborasi, serta keputusan pembangunan yang mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang.

Pesan tersebut menjadi salah satu ruh yang ingin dihadirkan melalui logo HUT tahun ini.

"Setiap unsur visual, kita harapkan mampu merepresentasikan semangat untuk terus bergerak maju tanpa meninggalkan nilai-nilai yang membentuk karakter Kota Makassar," harapnya.

Pada kesempatan ini, Munafri juga menekankan bahwa kemajuan kota bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah.

Partisipasi masyarakat, termasuk kontribusi para pelaku industri kreatif, menjadi bagian penting dalam membangun identitas dan masa depan kota.

Karena itu, ia mengapresiasi seluruh finalis yang telah menghadirkan perspektif berbeda dalam memaknai harapan dan modernitas melalui karya desain mereka.

"Keempat finalis ini memberikan sudut pandang yang sangat luar biasa. Memaknai harapan itu berbeda-beda, memaknai kata modern juga berbeda-beda," ungkapnya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu turut menyampaikan apresiasi kepada ADGI Chapter Makassar atas keterlibatannya dalam mendampingi proses sayembara sejak tahap awal hingga penetapan pemenang.

Dia berharap para desainer yang terlibat dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan Pemerintah Kota Makassar ke depan, sehingga ruang kreatif semakin terbuka dan karya anak muda mendapat tempat dalam pembangunan daerah.

Melalui peluncuran logo ini, Pemkot Makassar ingin menegaskan bahwa perayaan hari jadi kota bukan hanya tentang mengenang perjalanan sejarah, melainkan juga momentum untuk memperkuat kebersamaan, merawat warisan budaya, dan menyalakan optimisme menuju masa depan.

"Memasuki usia ke-419 tahun, Kota Makassar tidak hanya merayakan panjangnya perjalanan, tetapi juga meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh sebagai kota yang terbuka, berkarakter, dan mampu menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi generasi," tutup Appi.

Diketahui, filosofi pappasang menjadi inspirasi utama Agung Alfata dari Tudob Studio dalam merancang logo Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

Melalui pendekatan visual modern dan warna yang merepresentasikan harapan serta optimisme, logo tersebut dirancang untuk menghadirkan identitas kota yang tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

Agung terpilih sebagai pemenang sayembara desain logo HUT ke-419 Kota Makassar yang diselenggarakan Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pariwisata berkolaborasi dengan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar.

Dia menjelaskan, konsep pappasang dipilih karena mengandung nilai petuah yang diwariskan para leluhur kepada generasi penerus.

"Nilai-nilai ini, lahir dari pengalaman masyarakat dalam merespons alam dan kehidupan, kemudian diteruskan sebagai pedoman bagi anak-anak dan generasi berikutnya," ujarnya.

Lanjut dia, filosofi itu kemudian diolah menjadi identitas visual yang lebih modern, atraktif, dan memiliki nuansa perayaan, tanpa meninggalkan pesan budaya yang menjadi fondasinya.

"Pappasang ini kami angkat sebagai highlight dalam logo Kota Makassar. Kami melihat bagaimana petuah-petuah leluhur lahir dari cara mereka merespons alam, kemudian menjadi pesan untuk anak-anak dan generasi penerusnya," jelas Agung.

Menurutnya, tantangan dalam merancang logo tersebut adalah menerjemahkan nilai filosofis yang kuat ke dalam desain yang tetap relevan dengan perkembangan zaman dan mudah diterima masyarakat.

Karena itu, dia tidak hanya berfokus pada bentuk logo, tetapi juga menyiapkan sejumlah visualisasi atau mockup untuk memperlihatkan bagaimana identitas tersebut dapat diterapkan dan terasa dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Kami mencoba mengulik kembali filosofi pappasang, kemudian mengemasnya menjadi lebih modern dan festif, sehingga bisa dirayakan. Kami juga menampilkan beberapa mockup untuk memperlihatkan bagaimana desain ini bisa lebih dekat dengan masyarakat," ungkapnya.

Agung mengungkapkan, proses perancangan logo berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Dalam proses tersebut, timnya mendapat pendampingan dari ADGI Chapter Makassar untuk mematangkan konsep dan memperkuat daya tarik visual karya.

Kolaborasi tersebut membantu tim mengolah gagasan awal menjadi desain yang lebih komunikatif, menarik, dan sesuai dengan semangat perayaan hari jadi Kota Makassar.

Dari sisi warna, Agung mengatakan, ingin menghadirkan kesan perayaan sekaligus membangun pesan positif bagi masyarakat.

Warna-warna yang digunakan diarahkan untuk menumbuhkan harapan dan sikap optimistis dalam menyongsong masa depan kota.

"Esensinya, kami ingin mendapatkan kesan festif-nya. Tujuan penggunaan warnanya adalah bagaimana menumbuhkan harapan dan sikap optimistis," tuturnya.

Pesan tersebut sejalan dengan tema HUT ke-419 Kota Makassar, yakni "Nyalakan Harapan, Merawat Masa Depan". Tema ini menempatkan harapan bukan sekadar sebagai slogan, melainkan dorongan untuk terus bergerak maju dan menyiapkan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Di balik karya yang terpilih sebagai pemenang, Agung memiliki latar belakang pendidikan desain komunikasi visual di Universitas Negeri Makassar (UNM).

Bidang tersebut menjadi bagian dari kesehariannya dalam mengembangkan gagasan dan menerjemahkannya ke dalam karya desain.

"Sayembara logo HUT ke-419 Kota Makassar menjadi pengalaman pertama baginya mengikuti kompetisi tersebut atas nama pribadi maupun studio," tuturnya.

Ia menyebut, tim Tudob Studio terdiri atas tiga orang dengan pengalaman yang berbeda. Salah satu anggota tim sebelumnya telah memiliki pengalaman mengikuti kompetisi serupa.

Agung juga mengapresiasi dukungan ADGI Chapter Makassar yang mendampingi proses pengembangan karya hingga menjadi desain yang dinilai layak mewakili identitas perayaan Kota Makassar.

Kemenangan ini sekaligus menjadi ruang bagi desainer muda untuk menunjukkan bahwa kreativitas dapat menjadi bagian dari upaya merawat warisan budaya sekaligus membangun wajah kota yang lebih modern.

"Melalui perpaduan filosofi pappasang, pendekatan visual kontemporer, serta pesan harapan dan optimisme, logo HUT ke-419 Makassar menjaga nilai-nilai lokal dalam perjalanan kota menuju masa depan," tutup Agung. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Hari Jadi ke-419 Kota Makassar #Munafri Arifuddin