Redaksi : Senin, 05 Oktober 2026 12:53

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Wali Kota Makassar Munafri “Appi” Arifuddin akhirnya mengambil keputusan politik. Setelah berbulan-bulan menjadi sorotan dan dikaitkan dengan Partai Demokrat, Appi resmi meninggalkan Partai Golkar.

Surat pengunduran diri itu diserahkan langsung Appi kepada Ketua DPD I Golkar Sulawesi Selatan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) di kediamannya, Jalan Batu Putih, Makassar, Senin (5/10/2026).

Pengunduran diri tersebut sekaligus mengakhiri teka-teki panjang mengenai arah politik Appi setelah sebelumnya santer dikabarkan bakal berpindah partai. Kabar tersebut semakin menguat setelah Demokrat secara terbuka menyatakan keinginannya menggaet Appi untuk memperkuat partai berlambang mercy tersebut di Sulsel.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Pemilu DPD I Golkar Sulsel Kadir Halid membenarkan keputusan tersebut.

“Sudah resmi mundur, mulai hari ini. Tadi pagi diantar langsung suratnya ke rumah Pak IAS,” ujar Kadir.

Dalam penyerahan surat tersebut, Appi tampak didampingi Wakil Bupati Soppeng sekaligus Ketua Bappilu Demokrat Sulsel Selle KS Dalle dan fungsionaris Golkar Makassar Muh Nur Alamsyah. (detikcom)

Dari Golkar, Appi Berlabuh ke Mana?

Keputusan Appi meninggalkan Golkar tidak datang secara tiba-tiba. Dalam beberapa pekan terakhir, namanya terus dikaitkan dengan Demokrat, bahkan muncul sebagai salah satu figur yang berpotensi memimpin Demokrat Sulsel.

Sinyal itu semakin terang setelah Ketua Dewan Pakar DPP Demokrat Andi Alfian Mallarangeng datang langsung ke Makassar dan secara terbuka mengajak Appi bergabung.

Alfian menilai Appi merupakan figur yang dibutuhkan untuk memperkuat Demokrat di Sulsel. Ia juga menyebut perjalanan politik Appi memiliki kaitan panjang dengan Demokrat. (detikcom)

Sebelumnya, Appi sempat menyatakan belum ingin terburu-buru menerima pinangan tersebut. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan proses internal Golkar dan menjaga etika politik sebagai kader.

Kini, langkah itu telah diambil.

Bukan Sekadar Pindah Partai

Perpindahan Appi menjadi menarik karena posisinya bukan sekadar sebagai kader partai. Ia saat ini merupakan Wali Kota Makassar, sehingga setiap keputusan politiknya berpotensi ikut memengaruhi konfigurasi politik di tingkat kota maupun Sulawesi Selatan.

Terlebih, Appi sebelumnya merupakan Ketua DPD II Golkar Makassar. Kepindahannya otomatis membuka ruang baru bagi Golkar untuk melakukan konsolidasi sekaligus mencari figur yang akan mengisi kepemimpinan partai di tingkat Makassar.

Di sisi lain, Demokrat kini berpeluang mendapatkan tambahan kekuatan politik melalui figur yang sedang memimpin Kota Makassar.

Dengan demikian, keputusan Appi meninggalkan Golkar bukan hanya soal perubahan kartu keanggotaan partai. Langkah tersebut berpotensi menjadi salah satu titik penting dalam pergeseran peta kekuatan politik Sulsel.

Demokrat Sudah Lama Membuka Pintu

Sebelum Appi resmi mundur, Demokrat memang telah beberapa kali memberikan sinyal keterbukaan.

Ketua Bappilu DPD Demokrat Sulsel Andi Januar sebelumnya mengatakan pihaknya terbuka jika Appi memilih bergabung. Ia bahkan menyebut pilihan politik baru tersebut diharapkan dapat membawa energi baru bagi demokrasi Sulsel. (detikcom)

Dukungan terhadap Appi juga datang dari politikus senior Demokrat Reza Ali Achmad. Ia menilai karakter Appi sesuai dengan visi dan misi Demokrat serta mendukung jika Appi maju dalam Musda Demokrat Sulsel. (detikcom)

Namun, satu pertanyaan kini menjadi sorotan: setelah resmi meninggalkan Golkar, apakah Appi akan langsung mengambil posisi strategis di Demokrat Sulsel?

Sebelumnya, nama Appi memang telah digadang-gadang masuk dalam bursa calon Ketua Demokrat Sulsel. Meski demikian, keputusan mengenai struktur dan kepemimpinan partai tetap harus melalui mekanisme organisasi Demokrat. (detikcom)

Yang jelas, setelah resmi meninggalkan Golkar, Appi kini memasuki babak baru perjalanan politiknya.