MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Setiap anak lahir dengan potensi dan impiannya masing-masing. Karena itu, orang tua tidak seharusnya menjadi pihak yang justru memadamkan harapan tersebut hanya karena memiliki ukuran sukses yang berbeda.
Pesan inilah yang disampaikan Ketua Dewan Pembina Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi, Drs. H. M. Jafar Sodding, saat memberikan sambutan pada Seminar Parenting SIT Ar-Rahmah Makassar di Ballroom Hotel Harper Makassar, Ahad, 4 Oktober 2026.
“Jangan pernah kita membunuh impian dan harapan anak-anak kita,” tegasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam seminar parenting bertajuk “Developing Leadership Character from Home – Membangun Kepemimpinan Anak dari Rumah” yang diikuti orang tua murid SDIT, SMPIT, dan SMAIT Ar-Rahmah Makassar.
Menurut Jafar Sodding, orang tua perlu memberikan ruang bagi anak untuk berkembang sesuai potensi dan karakter yang dimilikinya. Anak tidak seharusnya terburu-buru diberi label hanya karena belum menunjukkan kemampuan yang diharapkan orang tua.
“Bisa jadi bukan anak kita yang salah, tetapi kita yang keliru menempatkan mereka pada pendidikan yang tidak tepat. Alhamdulillah, Ar-Rahmah hadir untuk menjawab ikhtiar pendidikan itu,” ujarnya.
Pesan tersebut menjadi relevan di tengah tantangan orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Tidak sedikit orang tua yang tanpa sadar mengukur keberhasilan anak berdasarkan prestasi akademik, pilihan pendidikan, maupun profesi yang dianggap ideal.
Padahal, setiap anak memiliki perjalanan tumbuh yang berbeda.
Ada anak yang cepat menemukan minatnya, sementara anak lainnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk mengenali potensi dirinya. Di sinilah peran orang tua bukan sekadar menuntut hasil, tetapi mendampingi proses.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan utama dalam seminar parenting SIT Ar-Rahmah Makassar.
Kepemimpinan Anak Dimulai dari Rumah
Seminar menghadirkan Coach Gunawan, International Certified Coach, Trainer, Teacher, and Speaker dari John C. Maxwell Team.
Dalam sesi parenting, Coach Gunawan mengajak orang tua melihat kembali fungsi rumah sebagai sekolah pertama bagi seorang anak.
Kepemimpinan tidak selalu berarti kemampuan untuk memimpin orang lain. Jauh sebelum itu, kepemimpinan dibangun dari kemampuan anak mengenali dirinya, memiliki kepercayaan diri, bertanggung jawab, berani mengambil keputusan, serta belajar dari pengalaman dan kesalahan.
Karakter-karakter tersebut tidak lahir secara instan. Ia tumbuh melalui kebiasaan, komunikasi, keteladanan, dan lingkungan yang diberikan kepada anak setiap hari.
Karena itu, pendidikan kepemimpinan sesungguhnya tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Rumah menjadi tempat pertama anak belajar tentang keberanian, tanggung jawab, disiplin, empati, kejujuran, dan cara menghadapi persoalan.
Sekolah dan Orang Tua Tidak Bisa Berjalan Sendiri
Seminar tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Sekolah memiliki peran dalam memberikan pendidikan dan pembinaan, tetapi keluarga tetap menjadi lingkungan pertama dan terdekat bagi anak.
Karena itu, pendidikan anak tidak cukup hanya mengandalkan sekolah. Orang tua dan guru perlu memiliki visi yang sama dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.
Pendidikan juga bukan tentang membuat semua anak menjadi sama.
Setiap anak memiliki kekuatan, karakter, minat, dan kecepatan perkembangan yang berbeda. Tugas orang tua dan sekolah adalah menciptakan lingkungan yang memungkinkan anak menemukan potensinya, mengembangkannya, dan memiliki keberanian untuk mengejar impiannya.
Membangun Generasi yang Tidak Hanya Cerdas
Melalui Seminar Parenting ini, SIT Ar-Rahmah Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada pencapaian akademik.
Pendidikan diarahkan untuk membangun anak secara utuh, mulai dari aspek spiritual, karakter, kecerdasan, kemandirian hingga kepemimpinan.
Sebab, anak-anak hari ini bukan hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian di sekolah, tetapi juga untuk menghadapi kehidupan di masa depan.
Dan sebelum mereka belajar memimpin orang lain, mereka perlu terlebih dahulu belajar mengenal, mengendalikan, dan memimpin dirinya sendiri.
Di titik itulah rumah memiliki peran yang tidak tergantikan: menjadi tempat pertama seorang anak belajar bermimpi, percaya pada dirinya, dan berani mewujudkan harapannya.
Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan versi yang lebih “meledak” untuk portal berita, dengan judul dan lead yang lebih provokatif/clickable tetapi tetap bernuansa jurnalistik.