Redaksi
Redaksi

Kamis, 01 Oktober 2026 13:55

Pinrang Mulai Terapkan Teknologi Pertanian Modern di 7.900 Hektare, Sudirman Bungi Tekankan Pendampingan Petani

Pinrang Mulai Terapkan Teknologi Pertanian Modern di 7.900 Hektare, Sudirman Bungi Tekankan Pendampingan Petani

Pemkab Pinrang mulai menerapkan teknologi pertanian modern PM-AAS pada 7.900 hektare. Sudirman Bungi menekankan pendampingan penyuluh dan peningkatan pendapatan petani.

PINRANG, BUKAMATANEWS — Modernisasi pertanian mulai didorong Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui penerapan teknologi Advanced Agricultural System (PM-AAS) pada areal awal seluas 7.900 hektare. Langkah ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi pertanian tidak boleh berhenti pada pengenalan inovasi. Penerapannya harus dibarengi pendampingan agar petani mampu mengoptimalkan teknologi sesuai kondisi lahan dan kebutuhan usaha tani.

Hal tersebut disampaikan Sudirman saat menghadiri kegiatan tanam perdana PM-AAS, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, penerapan teknologi modern menjadi salah satu langkah strategis untuk membuat proses budidaya lebih efektif dan efisien. Namun, keberhasilan program tetap bergantung pada kesiapan petani, dukungan penyuluh, serta ketersediaan sarana produksi.

"Teknologi harus diikuti dengan pendampingan. Penyuluh memiliki peran penting untuk memastikan petani memahami cara penerapannya sehingga manfaat teknologi ini benar-benar dapat dirasakan di tingkat usaha tani," ujar Sudirman.

Tak Sekadar Tingkatkan Produksi, Pendapatan Petani Jadi Perhatian

Sudirman mengungkapkan, areal awal seluas 7.900 hektare menjadi bagian dari upaya membuktikan manfaat penerapan teknologi pertanian secara nyata.

Menurutnya, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari peningkatan hasil produksi, tetapi juga dari efisiensi biaya budidaya dan dampaknya terhadap pendapatan petani.

Karena itu, dukungan terhadap kebutuhan dasar petani harus berjalan beriringan dengan penerapan teknologi. Ketersediaan pupuk, pendampingan teknis, serta kepastian dan kewajaran harga hasil produksi menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani.

"Kalau hasilnya memberikan manfaat dan peningkatan pendapatan bagi petani, tentu akan menjadi motivasi bagi petani lainnya untuk ikut menerapkan teknologi ini di lahan mereka," jelasnya.

Ia berharap lahan percontohan PM-AAS dapat menjadi gambaran konkret mengenai manfaat inovasi pertanian, sekaligus mendorong petani lain untuk mengadopsi teknologi berdasarkan hasil yang dapat dilihat dan dirasakan langsung.

Pinrang Perkuat Peran sebagai Penyangga Pangan

Sebagai salah satu daerah penyangga pangan, Kabupaten Pinrang memiliki kepentingan besar dalam menjaga dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.

Sudirman menilai, pengembangan inovasi pertanian perlu terus dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kondisi lapangan dan kemampuan petani dalam mengadopsi teknologi baru.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong agar modernisasi pertanian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat tani.

Dalam kegiatan tersebut, Sudirman bersama Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pinrang Syamsuri, Ketua BRMP Aneka Umbi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang, serta Camat Watang Sawitto turut melakukan panen bersama di sekitar lokasi kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan dan mendorong penerapan inovasi pertanian yang diharapkan mampu memberikan manfaat langsung bagi petani, mulai dari proses budidaya yang lebih efisien hingga peningkatan pendapatan.

Penerapan PM-AAS di Pinrang pun diharapkan menjadi salah satu langkah memperkuat sektor pertanian daerah, sekaligus menjaga kontribusi Pinrang dalam mendukung ketahanan pangan.

Penulis : Junaedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Pinrang #Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi