Cuaca Makassar Makin Panas, ISPA Masuk 10 Besar Penyakit di RSUD Daya
Cuaca panas melanda Makassar dengan suhu hingga 37 derajat Celsius. ISPA masih masuk 10 besar penyakit yang ditangani RSUD Daya sepanjang 2026.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Cuaca panas yang melanda Kota Makassar perlu diwaspadai masyarakat. Selain berisiko menyebabkan dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan suhu tinggi, kondisi udara yang panas dan kering juga dapat memperburuk keluhan pada saluran pernapasan.

Di RSUD Daya Makassar, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat masih menjadi salah satu penyakit yang paling banyak ditangani sepanjang 2026.
Penanggung Jawab Humas RSUD Daya Makassar, Wisnu Maulana, mengatakan ISPA masuk dalam daftar 10 penyakit terbanyak yang ditangani rumah sakit tersebut selama periode Januari hingga September 2026.
Kondisi serupa juga tercatat dalam dua bulan terakhir, yakni Agustus dan September 2026.

"Kalau terkait cuaca panas, ISPA masuk dalam 10 penyakit terbanyak selama tahun 2026 (Januari-September) dan juga dua bulan terakhir (Agustus-September)," ujar Wisnu, Selasa (29/9).
Suhu Makassar Capai 37 Derajat Celsius
Cuaca panas masih melanda Makassar dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara Makassar pada Selasa (29/9) diprakirakan dapat mencapai 37 derajat Celsius.
Kondisi panas yang disertai udara kering dapat membuat debu dan partikel lebih mudah beterbangan. Paparan debu, polusi, serta udara yang kering tersebut dapat memicu iritasi pada saluran pernapasan dan memperburuk keluhan bagi masyarakat yang sensitif terhadap kualitas udara.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan bahwa kondisi udara kering dan debu yang beterbangan pada periode kemarau dapat memicu sejumlah keluhan, seperti tenggorokan kering, hidung tersumbat, hingga batuk.
Keluhan tersebut perlu diperhatikan, terutama apabila berlangsung terus-menerus atau disertai gejala lain yang mengarah pada infeksi saluran pernapasan.
Kenali Gejala ISPA
ISPA merupakan infeksi yang menyerang saluran pernapasan, mulai dari bagian atas seperti hidung dan tenggorokan hingga saluran pernapasan bagian bawah.
Sejumlah gejala yang umum muncul antara lain batuk, pilek atau hidung tersumbat, sakit tenggorokan, demam, serta tubuh terasa lemas.
Di tengah kondisi cuaca panas dan kering, masyarakat juga perlu memperhatikan faktor lingkungan yang dapat memperburuk gangguan pernapasan, seperti debu dan polusi udara.
Paparan polusi udara dalam kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko gangguan pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk dan menggunakan masker ketika berada di lingkungan yang banyak debu atau polusi.
Bukan Hanya ISPA, Dampak Panas Juga Perlu Diwaspadai
Selain gangguan pernapasan, paparan suhu tinggi juga dapat menimbulkan sejumlah masalah kesehatan lainnya.
Dehidrasi, sakit kepala, iritasi kulit hingga heatstroke merupakan beberapa kondisi yang perlu diwaspadai ketika tubuh terpapar panas secara berlebihan.
Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mencukupi kebutuhan cairan dengan tidak menunggu hingga merasa haus. Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi ketika suhu udara berada pada kondisi sangat panas.
Masyarakat yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan disarankan memperhatikan kondisi tubuh, beristirahat secara berkala dan menghindari paparan panas secara langsung dalam waktu lama.
Sementara itu, masyarakat yang mengalami batuk atau keluhan pernapasan yang menetap, demam, maupun sesak napas dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan dan memastikan pasien memperoleh penanganan yang sesuai.
News Feed
Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Makassar, PERADI Bersatu Dorong Integritas Digital
07 Oktober 2026 19:50
Pokja Bunda PAUD Makassar Terima Studi Tiru Pokja Bunda PAUD Mataram
07 Oktober 2026 19:44
Dinkes Pinrang Mulai Kampanye GERMAS di Tingkat Kecamatan
07 Oktober 2026 19:36
Pemprov Sulsel Jemput Atlet Peraih Medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026
07 Oktober 2026 19:29
