BUKAMATANEWS - Insta360 Luna Pro Resmi Meluncur, Bawa Kamera 1 Inci dan Rekam Video 8K dengan Harga Lebih Terjangkau
Insta360 memperluas lini kamera gimbalnya dengan menghadirkan Luna Pro, perangkat yang menawarkan sensor 1 inci, lensa Leica, stabilisasi tiga sumbu, hingga kemampuan merekam video beresolusi 8K. Menariknya, kamera ini hadir dengan harga lebih rendah dibandingkan model flagship Luna Ultra.
Luna Pro diperkenalkan secara global pada 10 September 2026. Perangkat tersebut menyasar kreator konten, vlogger, fotografer, hingga pengguna yang menginginkan kamera berukuran ringkas dengan kemampuan perekaman kelas tinggi.
Mengutip GSM Arena, Luna Pro hanya dibekali satu kamera utama. Konfigurasi ini berbeda dengan Luna Ultra yang menggunakan dua kamera. Meski demikian, Insta360 tetap mempertahankan sejumlah teknologi utama, termasuk sensor berukuran 1 inci dan lensa Leica Summicron.
Untuk pasar Amerika Serikat, Insta360 Luna Pro dibanderol mulai USD599,99 atau sekitar Rp10,7 juta. Harga tersebut sekitar USD170 atau Rp3 juta lebih murah dibandingkan Luna Ultra yang dibanderol USD769,99 atau sekitar Rp13,6 juta.
Sensor 1 Inci Dipadukan Lensa Leica
Sektor kamera menjadi salah satu daya tarik utama Luna Pro. Perangkat ini menggunakan sensor 1 inci yang dipadukan dengan lensa Leica Summicron 20mm dengan aperture f/1.8.
Kombinasi sensor berukuran besar dan aperture lebar tersebut memungkinkan kamera menangkap lebih banyak cahaya. Kemampuan ini memberikan fleksibilitas lebih ketika digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan.
Sensor 1 inci juga menjadi pembeda Luna Pro dibandingkan sejumlah kamera gimbal berukuran ringkas yang umumnya menggunakan sensor lebih kecil.
Untuk kebutuhan video, Luna Pro mampu merekam hingga resolusi 8K pada 30 frame per detik (fps) dengan dukungan Dolby Vision. Kamera ini juga mendukung perekaman 4K hingga 120 fps untuk menghasilkan efek slow motion, serta 1080p hingga 240 fps.
Insta360 turut menyediakan profil warna 10-bit I-Log. Fitur tersebut memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna yang ingin melakukan pengolahan warna pada tahap pascaproduksi.
Mengandalkan Gimbal Tiga Sumbu
Selain kemampuan perekaman beresolusi tinggi, Luna Pro dilengkapi sistem stabilisasi gimbal tiga sumbu.
Teknologi tersebut dirancang untuk membantu mengurangi guncangan ketika kamera digunakan sambil berjalan, bergerak, atau saat pengguna mengambil gambar tanpa tripod. Dengan demikian, hasil rekaman diharapkan tetap lebih stabil meski kamera digunakan dalam situasi bergerak.
Kemampuan Luna Pro juga tidak hanya ditujukan untuk video horizontal. Kamera ini mendukung perekaman vertikal native 4K, sehingga kreator tidak perlu mengandalkan cropping dari video horizontal ketika membuat konten untuk TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts, maupun platform lain dengan rasio 9:16.
Mode vertikal tersebut mendukung resolusi 4K pada 30 fps dengan oversampling dari 6K.
Layar OLED Bisa Dilepas
Fitur lain yang menjadi perhatian adalah layar sentuh OLED berukuran 2 inci yang dapat dilepas.
Layar tersebut tidak hanya berfungsi sebagai panel untuk memantau hasil bidikan, tetapi juga dapat digunakan sebagai perangkat kendali jarak jauh. Fitur ini menjadi semakin berguna ketika kamera ditempatkan pada posisi yang sulit dijangkau.
Bagi kreator yang sering merekam diri sendiri, misalnya, kamera dapat diletakkan pada jarak atau sudut tertentu sementara layar yang dilepas tetap digunakan untuk melihat framing sekaligus mengendalikan perangkat.
Berdasarkan spesifikasi yang dipublikasikan untuk Luna Pro, sistem tersebut memiliki jangkauan transmisi hingga sekitar 20 meter.
Dari sisi penyimpanan, kamera ini menyediakan 47GB penyimpanan internal. Kapasitas tersebut memungkinkan pengguna menyimpan rekaman secara langsung sebelum memindahkannya ke perangkat lain.
Luna Pro memiliki bobot sekitar 215 gram untuk varian Cosmic Black dan 218 gram untuk Stellar White. Dengan ukuran dan bobot tersebut, kamera ini tetap tergolong ringkas dan relatif mudah dibawa untuk kebutuhan perjalanan maupun produksi konten.
Perbedaan Luna Pro dan Luna Ultra
Meski membawa sejumlah teknologi yang sama, Luna Pro memiliki beberapa perbedaan penting dibandingkan Luna Ultra.
Perbedaan paling mencolok terletak pada jumlah kamera. Luna Ultra menggunakan kamera utama dengan sensor 1 inci dan lensa 20mm f/1.8, serta kamera telefoto dengan sensor 1/1,3 inci dan lensa 60mm f/2.0.
Kamera telefoto tersebut memungkinkan Luna Ultra menawarkan kemampuan zoom hingga 12x serta 6x lossless zoom.
Sementara itu, Luna Pro tidak memiliki kamera telefoto. Perangkat ini mengandalkan sensor kamera utama untuk menawarkan hingga 2x lossless zoom dan 4x HighRes Zoom.
Melalui pemrosesan digital, pembesaran 4x tersebut diklaim dapat menghasilkan perspektif yang setara dengan sekitar 80mm. Namun, kemampuan tersebut bukan merupakan zoom optik karena Luna Pro tidak menggunakan lensa telefoto fisik.
Penghilangan kamera telefoto menjadi salah satu faktor yang memungkinkan Insta360 menawarkan Luna Pro dengan harga lebih rendah.
Menyasar Kreator yang Mengutamakan Kamera Utama
Meski kehilangan kamera telefoto, Luna Pro tetap mempertahankan sejumlah fitur utama yang menjadi daya tarik keluarga Luna, seperti sensor 1 inci, lensa Leica, perekaman video hingga 8K, layar OLED yang dapat dilepas, serta stabilisasi gimbal tiga sumbu.
Strategi tersebut membuat Luna Pro lebih ditujukan bagi pengguna yang mengutamakan kualitas kamera utama dalam perangkat berukuran ringkas, tanpa membutuhkan kemampuan telefoto seperti yang ditawarkan Luna Ultra.
Sebaliknya, Luna Ultra tetap menjadi pilihan bagi pengguna yang membutuhkan fleksibilitas focal length dan kemampuan zoom lebih jauh berkat kamera telefoto.
Dengan kehadiran Luna Pro, Insta360 kini menawarkan dua pilihan dalam lini Luna dengan karakter yang berbeda. Luna Pro mengedepankan kombinasi sensor besar, perekaman 8K, stabilisasi gimbal, dan lensa Leica dalam paket yang lebih terjangkau.
Dukungan perekaman vertikal native 4K juga menjadi nilai tambah bagi kreator yang banyak memproduksi konten untuk media sosial.