MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Memasuki dunia perguruan tinggi tidak sekadar berpindah dari bangku sekolah ke ruang kuliah. Mahasiswa baru juga dituntut memahami sistem akademik, membangun kemandirian, serta mulai melihat bagaimana ilmu yang dipelajari dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
Pesan tersebut menjadi bagian dari pembekalan Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) kepada mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Salah satu materi yang diberikan yakni “Pengenalan UPRI, Layanan Akademik, serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi”. Materi ini tidak hanya memperkenalkan UPRI dari sisi kelembagaan, tetapi juga memberikan gambaran mengenai perjalanan akademik yang akan ditempuh mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.
Pembekalan tersebut disampaikan Dr. Drs. H. Muh. Tahir Gani, S.Sos., M.Si., dengan Intan Timur, S.E., M.Si. sebagai moderator.
Dalam materi tersebut, mahasiswa baru diperkenalkan dengan profil dan sejarah UPRI, program studi, sistem layanan akademik, kurikulum, hingga konsep Kampus Berdampak.
Konsep Kampus Berdampak menjadi salah satu poin penting dalam pembekalan. Mahasiswa diajak memahami bahwa perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat mengejar nilai atau menyelesaikan perkuliahan.
Lebih dari itu, proses pendidikan diharapkan mampu membentuk mahasiswa yang dapat mengembangkan pengetahuan dan kompetensinya untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Dengan perspektif tersebut, mahasiswa sejak awal diarahkan untuk menjadikan lingkungan kampus sebagai ruang belajar sekaligus tempat mengembangkan pengalaman, kemampuan berpikir, dan kepedulian terhadap persoalan sosial di sekitarnya.
Bekal Beradaptasi di Dunia Kampus
Pembekalan dalam PKKMB juga menjadi bagian dari proses adaptasi mahasiswa baru terhadap lingkungan perguruan tinggi yang memiliki sistem dan tanggung jawab berbeda dibandingkan jenjang pendidikan sebelumnya.
Panduan PKKMB 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menempatkan masa pengenalan kampus sebagai tahapan penting untuk membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan akademik dan sosial perguruan tinggi, sekaligus membangun kemandirian.
Bagi UPRI, pemahaman tersebut penting diberikan sejak mahasiswa mengawali perjalanan akademiknya.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami bagaimana mengikuti perkuliahan, menggunakan layanan akademik, atau menyelesaikan kewajiban studinya. Mereka juga perlu memahami posisi dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari komunitas akademik.
Karena itu, PKKMB menjadi titik awal bagi mahasiswa baru UPRI untuk mengenal lingkungan kampus secara lebih utuh, memahami sistem akademik yang akan dijalani, sekaligus membangun cara pandang bahwa pendidikan tinggi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, perjalanan mahasiswa di UPRI diharapkan tidak berhenti di ruang kelas. Pengetahuan, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah diharapkan dapat berkembang menjadi kontribusi yang memberi dampak di luar lingkungan kampus.
TAG
BERITA TERKAIT
-
UPRI Gelar Dies Natalis dan Wisuda, Tekankan Kurikulum Adaptif dan Lulusan Siap Industri
-
UPRI Juara Trofeo Mini Soccer LLDIKTI IX, Jadi Ajang Silaturahmi Antar Kampus
-
FISIP UPRI Makassar Bedah Buku Nada Bicara: Sebuah Perspektif Tentang Musik dan Komunikasi
-
Kolaborasi Dua Universitas Tingkatkan Digitalisasi UMKM di Enrekang
-
UPRI Makassar Buka Lowongan Dosen Tetap Desain Komunikasi Visual