Redaksi : Jumat, 11 September 2026 14:35

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Makassar. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bahkan turun langsung menemui warga yang masih mengantre BBM di SPBU Ratulangi, Jumat (11/9/2026).

Langkah tersebut dilakukan setelah Munafri lebih dulu bertemu jajaran Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi untuk membahas langkah cepat mengurai antrean yang semakin mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut Munafri, kondisi antrean BBM yang terjadi saat ini sudah berada di luar situasi normal sehingga membutuhkan pola penanganan yang berbeda. Ia meminta seluruh pihak bergerak cepat dan tidak menggunakan mekanisme pelayanan seperti kondisi biasa.

“Yang paling penting adalah bagaimana memastikan antrean ini tidak semakin panjang. Kondisinya bukan normal, maka penanganannya juga tidak boleh normal. Harus ada langkah taktis yang cepat,” ujar Munafri.

Ia mengusulkan optimalisasi seluruh SPBU yang mengalami antrean dengan memastikan seluruh dispenser yang tersedia dapat beroperasi maksimal. Selain itu, operator diminta bekerja penuh untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

Munafri juga membuka kemungkinan pelibatan unsur masyarakat, termasuk RT/RW, untuk membantu pengaturan operasional di lapangan jika diperlukan.

Langkah lain yang didorong Pemkot Makassar adalah mengaktifkan SPBU selama 24 jam. Menurut Munafri, ketersediaan stok BBM dinilai cukup sehingga persoalan antrean harus diatasi melalui pengelolaan distribusi dan pelayanan yang lebih efektif.

“Ini soal manajemen. Tidak boleh lagi ada antrean truk dan bus semaunya. Harus diatur jam antreannya, misalnya malam hingga dini hari khusus bus, sementara siang untuk kendaraan pribadi,” katanya.

Selain pengaturan kendaraan berdasarkan jenis dan waktu, Munafri meminta keterlibatan aparat kepolisian, TNI, serta satgas gabungan untuk memastikan antrean tetap tertib dan tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas warga.

“Kami akan mengoptimalkan satgas agar kondisi ini bisa berjalan baik. Pemerintah Kota siap mendukung penuh agar pelayanan kepada masyarakat maksimal,” tegasnya.

Antrean BBM Mulai Ganggu Aktivitas Warga

Munafri menilai persoalan antrean BBM tidak lagi sebatas persoalan pengisian bahan bakar. Panjangnya antrean telah mulai memberikan dampak terhadap berbagai aktivitas masyarakat, termasuk layanan publik dan distribusi barang.

Ia mencontohkan kendaraan pengangkut sampah yang ikut terhambat akibat harus mengantre BBM. Dampaknya, proses pengangkutan sampah di sejumlah wilayah dapat mengalami keterlambatan.

“Orang tua terlambat antar anak sekolah, pengangkut sampah terlambat, semua terdampak. Maka pola pelayanan harus dimaksimalkan,” ucapnya.

Karena itu, Pemkot Makassar mendorong agar penanganan antrean dilakukan secara terpadu sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di sektor lain.

Pertamina Tambah Suplai dan Buka SPBU 24 Jam

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Deny Sukendar mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Makassar dalam menangani antrean BBM.

Deny mengatakan sejumlah langkah yang diusulkan Munafri sejalan dengan strategi Pertamina untuk mempercepat normalisasi pelayanan di SPBU.

“Kami menyiapkan stok berkelanjutan, membuka SPBU 24 jam, dan menambah suplai. Solar sudah naik 15 persen, Pertalite 8–10 persen dari kondisi normal. Kami juga akan klaster antrean sesuai jenis kendaraan,” jelas Deny.

Pertamina, kata dia, akan menambah suplai ke sejumlah SPBU yang mengalami antrean panjang. Koordinasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) juga dilakukan untuk membantu mengatur kendaraan berukuran besar agar tidak menumpuk di SPBU pada jam-jam sibuk.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat distribusi BBM lebih merata sekaligus mempercepat waktu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap dukungan masyarakat agar kondisi ini bisa segera reda dan kembali normal,” kata Deny.

Deny menjelaskan, antrean panjang yang terjadi dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya meningkatnya kebutuhan BBM masyarakat hingga adanya disparitas harga yang turut memengaruhi pola pembelian.

Meski demikian, ia memastikan Pertamina bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya terus melakukan koordinasi agar kondisi tersebut dapat segera ditangani.

Dengan penguatan suplai, optimalisasi operasional SPBU, pengaturan kendaraan, serta dukungan aparat di lapangan, Pemkot Makassar dan Pertamina berharap antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dapat segera terurai dan pelayanan kepada masyarakat kembali normal.