Redaksi : Rabu, 09 September 2026 10:46
Polda Banten bantu pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak saat menumpang kapal cepat ketika hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda -dok. basarnas)--

BUKAMATANEWS - Delapan orang, termasuk lima jurnalis, masih dalam pencarian setelah speedboat yang mereka tumpangi hilang kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Rombongan tersebut sebelumnya berangkat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik.

Memasuki hari kedua pencarian pada Rabu (9/9/2026), tim SAR gabungan memperluas area penyisiran. Hingga Rabu pagi, belum ditemukan keberadaan speedboat maupun delapan orang yang berada di dalamnya.

Lima jurnalis yang masih dicari merupakan pewarta dari sejumlah media nasional. Mereka adalah M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudistiro Pranoto, Firdaus Wajidi dan Donal Husni.

Lima Jurnalis yang Masih Dicari

1. M Bagus Khoirunnas

M Bagus Khoirunnas merupakan pewarta foto Kantor Berita ANTARA Biro Banten.

Bagus ikut dalam rombongan yang berangkat menuju kawasan Anak Krakatau untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi gunung tersebut.

Sebelum keberangkatan, Bagus sempat mengirimkan foto bersama rekan-rekannya kepada istrinya, Desi Purnamasari.

Hingga Selasa (8/9) malam, Bagus bersama rombongan belum berhasil dihubungi. ANTARA kemudian berkoordinasi dengan Basarnas, Polda Banten serta sejumlah unsur terkait untuk mendukung pencarian.

2. Ari Basuki

Ari Basuki merupakan pewarta foto Merdeka.com. Ia menjadi salah satu dari lima jurnalis yang berada di dalam speedboat tersebut.

Ari dikenal sebagai fotografer yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik. Berbagai karya fotonya juga telah digunakan dalam pemberitaan.

Kini, Ari masih menjadi bagian dari delapan orang yang dicari tim SAR di tengah kondisi perairan Selat Sunda yang dinamis.

3. Yudistiro Pranoto

Yudistiro Pranoto merupakan pewarta foto iNews. Ia menjadi satu-satunya jurnalis iNews dalam rombongan tersebut.

Pihak iNews turut mengabarkan proses pencarian Yudistiro dan tujuh orang lainnya.

Operasi SAR menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari cuaca buruk, gelombang tinggi, angin kencang hingga jarak pandang yang terbatas.

4. Firdaus Wajidi

Firdaus Wajidi merupakan jurnalis sekaligus fotografer Anadolu Agency.

Dalam sejumlah laporan awal, Firdaus disebut dengan nama Daus. Namun, identitas yang tercatat dalam data pencarian adalah Firdaus Wajidi.

Ia diketahui aktif meliput berbagai peristiwa nasional dan sejumlah karyanya juga dipublikasikan melalui Anadolu Agency.

Firdaus berangkat dari Carita menuju kawasan Anak Krakatau bersama empat jurnalis lainnya.

5. Donal Husni

Donal Husni merupakan fotografer atau jurnalis lepas yang ikut dalam rombongan tersebut.

Ia berangkat bersama para jurnalis lainnya untuk mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Sampai Rabu pagi, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai keberadaan Donal maupun empat jurnalis lainnya.

Tiga Orang Lain Juga Masih Dicari

Selain lima jurnalis, speedboat tersebut membawa tiga orang lainnya. Mereka masing-masing Warta (55), yang berperan sebagai kapten kapal; Surakman (60), sebagai anak buah kapal (ABK); serta Heriyanto (49), yang bertugas sebagai pemandu.

Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang masih dalam pencarian.

Rombongan diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Sekitar pukul 14.42 WIB, salah satu anggota rombongan sempat membagikan lokasi perjalanan atau share location kepada rekannya yang berada di Lampung.

Setelah itu, komunikasi dengan rombongan terputus.

Dalam proses pencarian, sempat muncul informasi mengenai kemungkinan speedboat berada di sekitar Pulau Sebesi. Namun, informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi sehingga belum dapat dipastikan sebagai lokasi keberadaan rombongan.

Pencarian Dibagi Menjadi Empat SRU

Tim SAR gabungan memulai operasi pencarian hari kedua pada Rabu sekitar pukul 07.00 WIB.

Untuk memperluas cakupan pencarian, operasi dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 mengerahkan KN SAR Tetuka 247 dengan rencana penyisiran sejauh sekitar 68,3 nautical mile. Sementara SRU 2 menggunakan KAL Anyer dengan rencana pencarian sekitar 69,5 nautical mile.

SRU 3 menggunakan RIB 01 Lampung dengan rencana penyisiran sekitar 67 nautical mile. Adapun SRU 4 mengerahkan RIB 02 Banten untuk menyisir kawasan Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

Pencarian melibatkan Basarnas Banten dan Lampung, unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, nelayan, masyarakat serta berbagai unsur terkait.

Tim SAR juga harus memperhitungkan kondisi cuaca dan perairan serta aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau dalam menentukan pola pencarian.

Hingga Rabu pagi, belum ada konfirmasi mengenai penemuan maupun evakuasi delapan orang tersebut.

Pencarian pun masih terus dilakukan untuk menemukan keberadaan lima jurnalis dan tiga anggota rombongan yang hingga kini belum diketahui nasibnya.