Redaksi : Rabu, 02 September 2026 17:20
rapat lanjutan yang dipimpin Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, Rabu (2/9/2026). Pertemuan itu melibatkan unsur TNI/Polri, Pertamina, Hiswana Migas, serta para agen penyalur BBM dan elpiji.

PINRANG, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pinrang terus berupaya memastikan kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan gas elpiji tetap terpenuhi di tengah kondisi kelangkaan yang terjadi di sejumlah titik.

Upaya tersebut kembali dibahas dalam rapat lanjutan yang dipimpin Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, Rabu (2/9/2026).

Pertemuan itu melibatkan unsur TNI/Polri, Pertamina, Hiswana Migas, serta para agen penyalur BBM dan elpiji.

Rapat tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi distribusi kedua komoditas energi tersebut di lapangan, termasuk berbagai persoalan yang memengaruhi ketersediaan dan keterjangkauan harganya.

Sudirman menegaskan, BBM dan elpiji merupakan kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas masyarakat. BBM dibutuhkan untuk mendukung mobilitas dan kegiatan ekonomi, sedangkan elpiji menjadi kebutuhan utama rumah tangga maupun pelaku usaha kecil.

Karena itu, menurutnya, kelancaran distribusi dan keterjangkauan harga harus menjadi perhatian bersama.

Sudirman mengarahkan pembentukan tim terpadu yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama unsur TNI dan Polri. Tim tersebut nantinya akan melakukan pemantauan langsung terhadap distribusi BBM dan elpiji di lapangan.

Selain memastikan kelancaran distribusi, tim terpadu juga diharapkan dapat mengidentifikasi potensi penyimpangan yang berpotensi menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh BBM maupun elpiji.

“Pengawasan secara langsung diperlukan agar jalur distribusi berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mengambil keuntungan di tengah kebutuhan masyarakat,” ujar Sudirman.

Ia berharap pengawasan yang lebih kuat dapat menjamin ketersediaan BBM bersubsidi dan elpiji sekaligus memastikan masyarakat memperoleh kedua komoditas tersebut dengan harga yang sesuai ketentuan.

Dari sisi pasokan, Pemkab Pinrang juga akan mengambil langkah untuk menambah ketersediaan BBM bersubsidi. Dinas terkait diarahkan mengusulkan penambahan kuota BBM bersubsidi pada setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Pinrang.

Penambahan kuota tersebut diharapkan dapat memberikan pasokan yang lebih memadai sehingga antrean dan kesulitan masyarakat dalam mendapatkan BBM dapat ditekan.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan gas elpiji bersubsidi, Pemkab Pinrang akan mengajukan kuota fakultatif sebagai langkah antisipasi terhadap peningkatan kebutuhan masyarakat dalam kondisi tertentu.

Penambahan pasokan tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi kelangkaan, tetapi juga membantu menekan harga elpiji agar kembali berada pada tingkat yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

Sudirman juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi BBM dan elpiji menjalankan perannya secara optimal. Menurutnya, penyelesaian persoalan tersebut membutuhkan sinergi lintas sektor karena tujuan akhirnya adalah memastikan masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan energi sehari-hari.

“Yang paling penting adalah masyarakat tidak dirugikan. Kita ingin memastikan kebutuhan BBM dan elpiji tersedia, distribusinya berjalan baik dan masyarakat mendapatkan dengan harga yang wajar,” tegasnya.

Melalui penguatan pengawasan, penambahan pasokan, dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Pinrang berharap distribusi BBM bersubsidi dan gas elpiji segera kembali normal.