MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemadaman listrik bergilir mulai mengganggu aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (Sulserabar). Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid yang meminta PT PLN (Persero) segera mempercepat penanganan gangguan pasokan listrik.
Pemadaman yang mulai berlangsung hari ini dan diperkirakan terjadi dalam beberapa hari ke depan berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat. Rumah tangga, pelaku usaha, hingga layanan publik ikut merasakan terganggunya aktivitas akibat pasokan listrik yang terbatas.
Nurdin Halid menilai kondisi tersebut perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap aktivitas sosial maupun perekonomian masyarakat.
“Saya sangat menyayangkan terjadinya pemadaman listrik bergilir ini karena aktivitas masyarakat menjadi terganggu,” ujar Nurdin Halid di sela-sela kegiatan Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta.
Ia meminta PLN melakukan evaluasi terhadap sistem kelistrikan sekaligus mempercepat langkah pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur yang menjadi bagian dari penanganan kondisi tersebut.
Menurutnya, proses pemeliharaan tidak boleh berlangsung terlalu lama karena listrik merupakan kebutuhan vital masyarakat sekaligus salah satu penopang kegiatan ekonomi.
“Kita berharap pemeliharaan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan oleh PLN Sulserabar saat ini dapat segera dituntaskan, sehingga suplai listrik kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan baik,” katanya.
Warga Diminta Tetap Tenang
Selain meminta PLN mempercepat penanganan, Nurdin Halid mengimbau masyarakat yang berada di wilayah terdampak untuk tetap tenang dan melakukan langkah antisipasi selama pemadaman berlangsung.
Masyarakat, kata dia, dapat menyiapkan kebutuhan dasar yang bergantung pada listrik serta menyesuaikan aktivitas untuk mengurangi dampak pemadaman.
“Masyarakat yang terdampak kami harapkan tetap tenang dan melakukan persiapan di lingkungan masing-masing untuk meminimalkan dampak akibat pemadaman listrik,” tambahnya.
Nurdin menegaskan, keandalan pasokan energi listrik harus menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar gangguan serupa dapat diminimalkan dan sistem kelistrikan di kawasan Sulserabar semakin andal.
PLN Ungkap Penyebab Pemadaman Bergilir
Sementara itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar) menjelaskan bahwa pemadaman bergilir dilakukan sebagai bagian dari pengaturan beban sistem kelistrikan.
Pengaturan tersebut dipengaruhi oleh adanya pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan serta penurunan debit air pada sejumlah pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar Niki Rendra Adisetiawan mengatakan pengaturan beban dilakukan untuk menjaga keseimbangan dan keandalan sistem kelistrikan di tengah keterbatasan pasokan.
“Selain Makassar, ada beberapa lokasi. Kami kan Sulawesi bagian selatan, barat, dan tenggara. Jadi memang interkoneksi, saling berkaitan. Jadi di beberapa wilayah,” terang Niki.
Menurutnya, pemadaman tidak hanya terjadi di satu wilayah karena sistem kelistrikan Sulselrabar saling terhubung melalui jaringan interkoneksi.
Pemadaman 1-4 Jam Sehari
PLN memastikan durasi pemadaman di setiap wilayah tidak sama. Lama pemadaman bergantung pada kondisi sistem dan kebutuhan pengaturan beban di masing-masing wilayah.
Rata-rata pelanggan mengalami pemadaman sekitar satu hingga empat jam dalam sehari. Namun, durasi yang paling banyak dialami pelanggan berada pada kisaran dua hingga tiga jam.
Pengaturan beban mulai dilakukan PLN sekitar pukul 09.00 WITA setiap hari. Pemadaman kemudian diterapkan dalam beberapa sesi dengan menyesuaikan kondisi kelistrikan secara aktual.
Salah satu pola pemadaman berada pada periode siang, yakni sekitar pukul 13.00 hingga 16.00 WITA. Meski demikian, waktu tersebut tidak bersifat tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi sistem di lapangan.
PLN Belum Pastikan Kapan Berakhir
Mengenai sampai kapan pemadaman bergilir berlangsung, PLN belum dapat memastikan waktu berakhirnya kondisi tersebut.
Niki mengatakan pengaturan beban masih sangat bergantung pada kondisi sistem kelistrikan, termasuk proses pemeliharaan fasilitas dan ketersediaan pasokan pembangkit.
“Kalau sampai kapannya, memang belum bisa dipastikan. Ini kan sudah biasa ya, jangkanya jangka pendek,” tuturnya.
PLN berharap proses pemeliharaan dan pemulihan kondisi pembangkit dapat segera diselesaikan sehingga sistem kelistrikan kembali stabil dan pemadaman bergilir dapat dihentikan.
BERITA TERKAIT
-
Resolusi 2024, Danny Pomanto Prioritaskan Konservasi Energi dan Energi Hijau di Makassar
-
Danny Pomanto Sampaikan Keluhan Warga ke PLN, Saya Banyak Ditelepon Orang Menangis!
-
PLN Mulai Kaji Pemberian Kompensasi ke Pelanggan Akibat Pemadaman Listrik
-
Listrik di Makassar Kerap Padam Beberapa Hari Terakhir, Ternyata Ini Penyebabnya