MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Di saat para prajurit muda Tamtama TNI AL Angkatan XLVI Gelombang 2 larut dalam kebahagiaan usai dilantik, Kelasi Dua (Kld) Amo M. Khayat harus menghadapi kenyataan yang jauh berbeda.
Alih-alih mendapat pelukan dan ucapan selamat dari sang ayah, Amo justru mengetahui bahwa orang yang selama ini menjadi sumber kekuatannya telah meninggal dunia. Kabar duka itu sengaja disembunyikan keluarganya selama berbulan-bulan agar perjuangannya menyelesaikan pendidikan militer tidak terganggu.
Kisah haru tersebut terjadi di Lapangan Satdik 2 Kodiklatal, Jalan Perintis Kemerdekaan KM 17, Makassar, Jumat (28/8/2026), saat digelar Upacara Pelantikan dan Penyumpahan Prajurit Baru Tamtama TNI AL Angkatan XLVI Gelombang 2.
Di tengah khidmatnya prosesi pelantikan, Amo berdiri tegap bersama ratusan prajurit lainnya. Ia mengikuti setiap tahapan penyumpahan dengan penuh konsentrasi, tanpa mengetahui bahwa pada hari yang seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidupnya, dirinya telah kehilangan kedua orang tua.
Sebelum memasuki pendidikan militer, ibunda Amo terlebih dahulu berpulang ke rahmatullah. Kepergian sang ibu meninggalkan duka mendalam, sekaligus membuat sang ayah menjadi satu-satunya sosok yang terus memberinya semangat untuk bertahan menjalani pendidikan di Satdik 2 Makassar.
Namun, takdir kembali mengambil orang yang paling dicintainya.
Di tengah masa pendidikan berlangsung, ayahnya, Aco, meninggal dunia secara mendadak. Kabar tersebut tidak langsung disampaikan kepada Amo. Keluarga besar memilih merahasiakan kepergian Aco demi menjaga kondisi mental dan konsentrasi Amo hingga menyelesaikan pendidikan.
Berbulan-bulan menjalani kehidupan sebagai calon prajurit di kesatrian, kerinduan Amo kepada ayahnya terus tumbuh. Setiap kali mendapat kesempatan berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon, pertanyaan mengenai keberadaan sang ayah selalu muncul.
“Mana Bapak? Kok HP-nya tidak pernah bisa dihubungi? Kenapa Bapak tidak pernah beri ucapan selamat atau semangat untuk saya?” tanya Amo kepada paman dan bibinya.
Pertanyaan tersebut tentu menjadi dilema bagi keluarga. Mereka harus menahan kesedihan sekaligus menyembunyikan kenyataan pahit dari Amo yang sedang berjuang menuntaskan pendidikan militernya.
“HP bapakmu rusak, Nak,” jawab sang om dan tante, berusaha menenangkan Amo.
Jawaban itu terpaksa diberikan berulang kali. Bukan karena keluarga ingin berbohong, tetapi demi memastikan Amo tetap fokus menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-citanya menjadi prajurit TNI AL.
Hingga akhirnya, rahasia tersebut tidak lagi bisa disimpan.
Setelah upacara pelantikan dan penyumpahan selesai, Amo akhirnya mengetahui bahwa ayah yang selama ini ia tunggu kabarnya telah tiada. Kabar tersebut menjadi pukulan berat di tengah momen yang seharusnya dipenuhi kebahagiaan.
Ketika sejumlah prajurit lain disambut pelukan orang tua dan keluarga yang hadir di lokasi pelantikan, Amo harus menerima kenyataan bahwa tidak ada lagi sosok ayah dan ibu yang dapat menyaksikan secara langsung keberhasilannya mengenakan seragam kebanggaan sebagai prajurit TNI AL.
Upacara pelantikan sendiri dipimpin langsung Wakil Komandan Kodiklatal (Wadan Kodiklatal), Laksamana Muda TNI Singgih Sugiarto, S.T., M.Si.
Kini, Kld Amo M. Khayat resmi menyandang status sebagai prajurit karier TNI AL. Di balik keberhasilannya menuntaskan pendidikan, tersimpan kisah kehilangan yang begitu dalam.
Kedua orang tuanya memang tidak lagi dapat menyaksikan pengabdian sang anak secara langsung. Namun, keteguhan Amo menyelesaikan pendidikan hingga dilantik menjadi prajurit menjadi bentuk bakti sekaligus penghormatan terakhir kepada kedua orang yang telah menjadi sumber kekuatannya.
Seragam TNI AL yang kini dikenakannya bukan sekadar tanda keberhasilan. Bagi Amo, seragam itu juga menjadi simbol perjuangan seorang anak yang tetap berdiri tegak meski harus kehilangan dua sosok yang paling dicintainya.
BERITA TERKAIT
-
Fun Bike NBOD Meriahkan Makassar, Dansat Brimob dan TNI-Polri Gowes Bersama Warga
-
Pangkalan TNI AL di Makassar Jadi Lautan Manusia, NBOD 2026 Suguhkan Atraksi Sukhoi hingga KRI Golok
-
Besok Langit Makassar Bakal Dihiasi Atraksi Terjun Payung Kopaska, Kowal Ikut Unjuk Keberanian
-
Mariki Ramaikan Naval Base Open Day dan Fun Bike HUT Kodaeral 2026 di Makassar
-
HUT ke-49 RSAL Jala Ammari, TNI AL Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis hingga Resmikan Gedung Perawatan Baru