PINRANG, BUKAMATANEWS - Menghadapi kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap ketersediaan air irigasi, Pemerintah Kabupaten Pinrang melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) mengambil langkah dengan melakukan pompanisasi air permukaan dari Sungai Saddang.
Pompanisasi tersebut dilakukan untuk menambah pasokan air menuju Saluran Sekunder Pekkabata UPTD PSDA Pekkabata, Kecamatan Duampanua. Langkah ini merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan aktivitas pertanian masyarakat, khususnya petani yang mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi tersebut.
Kemarau yang telah berlangsung sekitar tiga bulan menyebabkan debit air mulai berkurang dan kondisi tersebut mulai dirasakan di sejumlah areal persawahan.
Melalui pompanisasi, air dari Sungai Saddang dialirkan menuju Saluran Sekunder Pekkabata Ruas 5. Upaya ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air hingga ke bagian ujung areal layanan, sehingga lahan pertanian masyarakat tetap memperoleh pasokan air yang memadai untuk mendukung kegiatan budidaya dan menjaga produktivitas pertanian.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrum Syah, S.STP., mengatakan pompanisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga ketersediaan sekaligus pemerataan distribusi air bagi lahan pertanian masyarakat.
Menurutnya, kondisi kemarau mengharuskan pemerintah mengambil langkah teknis agar dampaknya terhadap petani dapat diminimalkan. Pompanisasi menjadi salah satu alternatif untuk menambah debit air pada saluran irigasi yang mulai mengalami penurunan pasokan.
“Langkah ini kita lakukan untuk menjaga ketersediaan air sampai ke lahan sawah masyarakat, khususnya pada bagian ujung areal layanan Saluran Sekunder Pekkabata,” ujar Bachrum, Rabu 26/8/2026).
Pelaksanaan pompanisasi dilakukan melalui sinergi lintas sektor. Mesin pompa yang digunakan merupakan bantuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Pinrang kepada kelompok tani di Kecamatan Duampanua.
Atas inisiatif Pemerintah Kecamatan Duampanua dan melalui koordinasi bersama, pompa tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengalirkan air permukaan Sungai Saddang ke saluran irigasi.
Petugas gabungan dari OP UPTD PSDA Wilayah VII Pekkabata bersama unsur Pemerintah Kabupaten Pinrang, Pemerintah Kecamatan Duampanua dan pihak terkait turun langsung melakukan pemasangan pompa di lapangan.
Sinergi tersebut diharapkan memberikan manfaat langsung bagi petani dengan menjaga keberlangsungan pengairan sawah di tengah kondisi kemarau. Upaya ini sekaligus menjadi langkah bersama untuk mencegah penurunan produktivitas pertanian akibat keterbatasan pasokan air.
Di tengah kondisi El Nino yang masih memberikan dampak terhadap ketersediaan air, Pemerintah Kabupaten Pinrang terus berupaya menjaga agar para petani tetap dapat mengelola lahan pertanian dan memperoleh hasil yang optimal.
Selain menjaga keberlangsungan produksi pertanian, ketersediaan air yang lebih terjamin juga menjadi bagian penting dalam mempertahankan Kabupaten Pinrang sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Pinrang mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat petani, untuk menggunakan air secara bijak dan mengedepankan koordinasi dalam pemanfaatan sumber daya air.
Dengan langkah bersama tersebut, kebutuhan air untuk pertanian diharapkan dapat dikelola secara adil sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Upaya pompanisasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mempertahankan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional.
BERITA TERKAIT
-
Anggota Paskibraka Kabupaten Pinrang Resmi Dikukuhkan, Bupati Irwan Tekankan Pembentukan Karakter
-
KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pinrang Mulai Kunci Arah Pembangunan Tahun Depan
-
Festival Literasi Pinrang Tak Sekadar Dorong Minat Baca, UMKM Lokal Ikut Dapat Panggung
-
Hadapi Kemarau Panjang, Pemkab Pinrang Perkuat Antisipasi Karhutla dan Krisis Air
-
Bupati Pinrang Tekankan Pelayanan Puskesmas Harus Cepat dan Berpihak kepada Masyarakat