Redaksi
Redaksi

Senin, 24 Agustus 2026 14:25

Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Wakil Bupati Pinrang, Senin (24/8/2026).
Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Wakil Bupati Pinrang, Senin (24/8/2026).

Pemkab Pinrang Maksimalkan Antisipasi Dampak Kekeringan terhadap Petani

Sudirman mengungkapkan bahwa kemarau panjang yang disertai keterbatasan pasokan air irigasi berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait diminta mengambil langkah maksimal untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.

PINRANG, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memaksimalkan langkah antisipasi untuk melindungi petani dari dampak kekeringan akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino.

Upaya tersebut ditegaskan Wakil Bupati Pinrang, Sudirman Bungi, S.IP, saat memimpin rapat koordinasi di Ruang Rapat Wakil Bupati Pinrang, Senin (24/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Sudirman mengungkapkan bahwa kemarau panjang yang disertai keterbatasan pasokan air irigasi berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian. Karena itu, seluruh perangkat daerah dan pihak terkait diminta mengambil langkah maksimal untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat tetap terpenuhi.

Menurut Sudirman, program pompanisasi yang selama ini telah dilakukan perlu terus digalakkan sebagai salah satu langkah teknis untuk membantu memenuhi kebutuhan air pada lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan irigasi.

“Upaya yang selama ini dilakukan melalui pompanisasi harus terus kita maksimalkan. Kita juga perlu mencari langkah-langkah lain dengan melibatkan seluruh sektor agar dampak kekeringan terhadap produktivitas petani dapat ditekan,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi kondisi kekeringan. Seluruh sumber daya yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Pinrang, kata dia, harus dimanfaatkan secara optimal untuk membantu masyarakat, khususnya petani yang paling terdampak kemarau panjang.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlangsungan aktivitas pertanian sekaligus menekan potensi kerugian yang dapat dialami petani akibat terganggunya ketersediaan air.

“Jangan sampai petani merasa ditinggalkan ketika menghadapi kondisi seperti ini. Pemerintah harus hadir dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada agar masyarakat tetap mendapatkan dukungan,” tegasnya.

Upaya penanganan dampak kekeringan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam menjaga produktivitas sektor pertanian yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.

Dengan terus diupayakannya ketersediaan air, pemerintah berharap petani tetap dapat menjalankan aktivitas pertanian dan menjaga keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Pinrang.

Pemerintah Kabupaten Pinrang juga mengajak seluruh pihak dan masyarakat untuk bersama-sama menghadapi dampak kemarau dengan menggunakan air secara bijak dan mengutamakan kepentingan bersama. Dengan demikian, kebutuhan masyarakat serta keberlangsungan sektor pertanian di Kabupaten Pinrang dapat tetap terjaga.

Penulis : Junaedi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemerintah Kabupaten Pinrang #Kekeringan panjang #Wabup Sudirman Bungi