Redaksi : Sabtu, 22 Agustus 2026 18:49

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Menteri Agama RI Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A membuka secara resmi Muktamar V Wahdah Islamiyah dan Mengukuhkan 10.000 Guru Qur’an Indonesia yang bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta, Sabtu (22/8/2026).

"Saya kukuhkan sekali lagi 10.000 guru ngaji, selamat jalan, selamat berjuang dan sekaligus juga membuka Muktamar yang mengusung tema memantapkan persatuan dan kolaborasi menuju Indonesia berkah dengan bersama-sama membaca Bismillahirrahmanirrahim, Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar," ucapnya dihadapan ribuan peserta Taligh Akbar Nasional dan para Guru Qur'an.

Menag Prof Nasaruddin apresiasi langkah yang ditempuh oleh Wahdah Islamiyah untuk menuntaskan buta huruf Al-Qur'an di Indonesia.

"Saya memberikan apresiasi yang luar biasa baik kepada para guru 10.000 ini maupun juga kepada Wahdah Islamiyah. Insya Allah kita doakan semoga kalian berhasil, kalau 10.000 orang ini membebaskan 10 orang, maka Insya Allah dalam tempo 3 tahun Indonesia akan bebas daripada buta huruf Al-Qur'an," ungkapnya.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah buta huruf Al-Qur'an di Indonesia ada sekitar 60%, dan tugas ini tidak bisa diemban oleh pemerintah saja termasuk Kemenag, namun membutuhkan peran dan kotribusi ormas Islam dan kita semua.

"Kementerian Agama tidak bisa menyelesaikan masalah buta huruf Al-Quran sendiri. Di sinilah peran Ormas Islam, termasuk paling konkrit yaitu Wahdah Islamiyah yang menyumbangkan 10.000 guru Al-Quran untuk memberantas buta huruf Al-Quran di Indonesia," tuturnya.

Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut memberikan apresiasi spesial kepada Wahdah Islamiyah secara khusus kepada Pimpinan umum Wahdah Islamiyah Ustadz Zaitun Rasmin atas pergerakan yang dilakukan sangat luar biasa

‎"Ustadz Zaitun Rasmin melakukan pergerakan yang sangat luar biasa, menggerakkan ormas wahdah islamiyah yang relatif baru, namun massanya sudah menjangkau seluruh indonesia yang bisa kita lihat pada acara kita hari ini.‎ Saya berksimpulan bahwa semua niat yang luhur akan dibantu oleh Allah," imbuhnya.

‎Beliau juga menambahkan, bahwa semua kebaikan yang di gerakkan dengan niat yang luhur pasti akan di bantu oleh Allah, dan menitipkan pesan kepada seluruh Guru Qur'an yang telah dikukuhkan agar menjadi Mursyid bagi murid-muridnya.

"Saudara sekalian para pejuang Islam, jadilah betul-betul sebagai guru dalam kurung Mursyid. Semoga tentu kita tidak hanya mengajarkan membaca Al-Quran tetapi kita juga berharap semoga para guru ini berhasil menembus batin batin para muridnya," harapnya.

Dalam sambutannya, Menang mengaku merinding menyaksikan langsung tonggak sejarah yang pertama kali ada di Masjid Istiqlal yakni pengukuhan 10.000 Guru Qur'an Indonesia, apatah lagi beberapa hari yang lalu Indonesia merayakan kemerdekaanya yang ke 81 tahun.

Mengakhiri sambutannya, Menag Prof Nasaruddin memotivasi para peserta agar meneladani sahabat-sahabat Nabi yang mayoritas dari 500 orang sahabat utamanya, meninggal bukan di tanah kelahirannya. Artinya, mereka adalah orang yang memilih meninggalkan tempat kelahirannya untuk menebar risalah Allah, mengajarkan Al-Qur'an dan berdakwah di masyarakat.

Pengukuhan 10.000 Guru Qur’an Indonesia juga melakukan pembacaan ikrar yang dipandu langsung oleh Menteri Agama. Kami, Guru Al-Quran Indonesia, Berjanji: 1. Menjalankan Amanah Dengan Sebaik-Baiknya, Penuh Tanggung Jawab, Dan Mengharap Ridha Allah Taala. 2. Bersungguh-Sungguh Untuk Membimbing Umat Dalam Membaca, Memahami, Menghapalkan Dan Mengamalkan Al-Quran Di Seluruh Pelosok Nusantara. 3. Menjaga Persatuan, Ukhuwah Islamiyah, Dan Kolaborasi Dengan Seluruh Elemen Masyarakat.

Pembukaan Muktamar V Wahdah Islamiyah juga turut dihadiri oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung, Ketua MUI Pusat KH. Anwar Iskandar, serta sejumlah Duta Besar seperti Qatar, Syiria dll. Juga di isi Tausiyah oleh Habib Nabiel Al-Musawa, Ustaz Fahmi Salim, Ustaz Muh. Subki Al-Bughury, dan Ustaz Faris Baswedan, dan secara khusus menghadirkan Syaikh Muhammad Yahya At-Thohir, seorang Imam, Qori, sekaligus Juri Al-Qur’an Internasional.