Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Sabtu, 15 Agustus 2026 21:37

Ist
Ist

Jalur Trans Flores Lumpuh, Relawan WIZ dan Wahdah Peduli Terobos Longsor Barai

Meskipun diadang oleh puing longsoran dan kondisi medan yang sangat berisiko, Ahmad dan Suhardi memilih tidak mundur. Dengan mengenakan atribut relawan di tengah kepulan debu dan sisa longsor, mereka terus berkoordinasi dengan warga, aparat TNI-Polri, serta BPBD.

FLORES, BUKAMATANEWS - Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan 7,7 Magnitudo yang mengguncang Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA, meninggalkan duka sekaligus ujian berat bagi infrastruktur wilayah Nusa Tenggara Timur.

Di tengah situasi darurat akibat pusat gempa yang berada di 30 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, misi kemanusiaan langsung bergerak cepat. Relawan dari Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) dan Wahdah Peduli, Ahmad dan Suhardi, langsung bertolak menuju titik terparah di Nagekeo.

Pergerakan relawan ini menunjukkan dedikasi tinggi aparat kemanusiaan di lapangan. Begitu kabar gempa dengan kedalaman 15 km akibat aktivitas Flores Back-Arc Thrust ini tersiar—yang bahkan memicu lebih dari 100 kali gempa susulan serta sempat memunculkan peringatan dini tsunami, tim WIZ dan Wahdah Peduli langsung mengemas logistik darurat dan peralatan evakuasi untuk diberangkatkan.

Namun, semangat bergerak para relawan langsung diuji oleh rute darat yang lumpuh total. Setibanya di kawasan Barai, Jalan Trans Flores rute Ende–Bajawa, laju kendaraan relawan terhenti akibat tebing curam yang ambrol dan memuntahkan material tanah serta bongkahan batu raksasa seukuran rumah.

Meskipun diadang oleh puing longsoran dan kondisi medan yang sangat berisiko, Ahmad dan Suhardi memilih tidak mundur. Dengan mengenakan atribut relawan di tengah kepulan debu dan sisa longsor, mereka terus berkoordinasi dengan warga, aparat TNI-Polri, serta BPBD. Ketika kendaraan roda empat belum bisa melintas, keduanya bersama warga menyiasati pergerakan dengan memanfaatkan armada sepeda motor untuk menembus celah-celah sempit demi memastikan bantuan dan evakuasi tetap berjalan.

"Tantangan di lapangan memang berat karena akses terputus total. Namun, panggilan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Nagekeo tidak boleh berhenti. Kami terus memantau pembukaan jalur dan menyiapkan strategi distribusi lanjutan," ungkap Ahmad dari garis depan longsor Barai.

Kini, di tengah pengerahan alat berat untuk membuka jalur darat Trans Flores serta opsi distribusi via Pelabuhan Marapoko, aksi bergerak tanpa henti yang ditunjukkan para relawan WIZ dan Wahdah Peduli menjadi secercah harapan bagi para penyintas gempa Flores agar bantuan logistik, tenda, dan medis segera tiba di lokasi pengungsian. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gempa NTT #Jalur Trans Flores lumpuh #Longsor Barai #Relawan kemanusiaan #WIZ #Wahdah Peduli