Redaksi : Kamis, 13 Agustus 2026 15:14

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Upaya mencegah stunting membutuhkan lebih dari sekadar edukasi. Keluarga yang menghadapi keterbatasan pemenuhan gizi juga membutuhkan dukungan nyata agar ibu dan anak dapat memperoleh asupan nutrisi yang memadai sejak masa kehamilan hingga periode awal pertumbuhan.

Komitmen tersebut diwujudkan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar melalui kehadiran Pojok Stunting di Kelurahan Bonto Duri, Kecamatan Tamalate, Kamis (13/8/2026).

Melalui program ini, DPPKB Makassar menyalurkan bantuan kepada keluarga berisiko stunting, khususnya keluarga yang memiliki ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita. Kelompok tersebut menjadi prioritas karena membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi dan pemantauan kesehatan.

Kehadiran Pojok Stunting diharapkan membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan bergizi sekaligus memperkuat pemahaman mengenai pentingnya asupan nutrisi seimbang bagi ibu dan anak.Perkuat Pendampingan Keluarga Berisiko

Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, bahkan sebelum anak dilahirkan. Pemenuhan gizi ibu selama kehamilan, pemberian ASI, pemberian makanan pendamping ASI sesuai usia, serta pemantauan pertumbuhan anak merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Karena itu, dukungan kepada keluarga berisiko stunting tidak cukup berhenti pada penyaluran bantuan. Edukasi dan pendampingan berkelanjutan juga diperlukan agar keluarga mampu menerapkan pola makan sehat, pengasuhan yang tepat, serta kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari.

DPPKB Makassar mendorong keluarga sasaran untuk memanfaatkan informasi dan pendampingan yang tersedia agar kebutuhan gizi ibu dan anak semakin diperhatikan.

Pendekatan berbasis keluarga ini menjadi penting karena pemenuhan gizi dan pola asuh anak berlangsung setiap hari di lingkungan rumah tangga. Dukungan yang tepat diharapkan membantu keluarga membangun kebiasaan positif yang berkelanjutan.

Kolaborasi Jadi Kunci Pencegahan Stunting

Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, masyarakat, serta berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kesejahteraan keluarga.

Melalui Pojok Stunting, upaya pencegahan diharapkan semakin dekat dengan masyarakat, terutama keluarga yang membutuhkan perhatian lebih dalam pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan anak.

Selain membantu memenuhi kebutuhan gizi, program ini menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting perlu dimulai dari keluarga dengan memperhatikan kesehatan ibu, kecukupan nutrisi, pola asuh, dan pemantauan tumbuh kembang anak.

DPPKB Kota Makassar berharap dukungan terhadap keluarga berisiko stunting dapat terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor dan pendampingan yang konsisten.

Dengan menggabungkan bantuan, edukasi, dan pendampingan, upaya pencegahan stunting diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan keluarga saat ini, tetapi juga memperkuat fondasi bagi tumbuh kembang generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.