Redaksi : Kamis, 13 Agustus 2026 15:31

PAREPARE, BUKAMATANEWS - Empat puluh empat hari mengabdi di tengah masyarakat Kota Parepare tidak boleh berakhir hanya dengan seremoni penarikan. Wali Kota Parepare Tasming Hamid meminta berbagai program dan inovasi yang lahir dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) benar-benar dilanjutkan dan memberikan manfaat bagi warga.

Pesan tersebut disampaikan Tasming saat menghadiri penarikan mahasiswa KKN Unhas Gelombang 116 di Ruang Pola Kantor Sekretariat Daerah Kota Parepare, Kamis (13/8/2026).

Tasming hadir didampingi Sekretaris Daerah Kota Parepare Amarun Agung Hamka serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Dalam kesempatan tersebut, Tasming menyampaikan apresiasi kepada Unhas yang kembali mempercayakan Parepare sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Ia juga mengaku bersyukur dapat hadir langsung dalam agenda penarikan mahasiswa setelah sebelumnya tidak sempat menghadiri penerimaan karena menjalankan tugas di luar daerah.

“Adik-adik yang saya banggakan, alhamdulillah 44 hari tidak terasa. Saya mohon maaf karena saat penerimaan saya berada di luar kota sehingga tidak sempat hadir. Karena itu, pada penarikan ini saya harus hadir agar bisa bertemu dan bersilaturahmi langsung dengan adik-adik semua,” ujar Tasming.

Parepare Siap Terima Lebih Banyak Mahasiswa KKN

Atas nama Pemerintah Kota Parepare, Tasming menyampaikan penghargaan kepada Unhas, para dosen pembimbing, dan seluruh pihak yang telah mempercayakan Parepare sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN memberikan ruang bagi terjadinya pertukaran pengetahuan dan gagasan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.

Pemkot Parepare bahkan menyatakan kesiapannya menerima lebih banyak mahasiswa KKN pada periode mendatang.

“Katanya bulan Desember nanti akan ada lagi mahasiswa Unhas yang melakukan KKN di Parepare. Kalau perlu, 10 kali lipat juga kami siap menerima,” katanya.

Tasming juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah menjalani pengabdian selama 44 hari. Ia menilai pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi pembelajaran penting yang tidak selalu diperoleh di ruang kuliah.

Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa ketika kembali ke kampus maupun saat memasuki dunia kehidupan dan pekerjaan setelah menyelesaikan pendidikan.

“Yang baik dibawa pulang, yang tidak baik tinggalkan di Kota Parepare. Pengalaman selama KKN ini adalah bagian dari kehidupan nyata yang tentu akan menjadi bekal berharga ketika kembali ke kampus dan memasuki kehidupan selanjutnya,” tuturnya.

Pemkot Diminta Kawal Hasil KKN

Lebih jauh, Tasming menekankan agar program KKN tidak berhenti ketika mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian.

Ia meminta para lurah dan jajaran pemerintah setempat mencermati berbagai program, gagasan, maupun inovasi yang dihasilkan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Program yang dinilai relevan dengan kebutuhan warga diharapkan dapat dikembangkan dan dilanjutkan.

Menurut Tasming, sejumlah hasil KKN seperti pengembangan produk dan pemberdayaan masyarakat memiliki potensi untuk memberikan dampak lebih panjang apabila mendapatkan dukungan pemerintah dan masyarakat.

“Kalau memang hasil KKN ini baik dan bisa diterapkan, tentu harus dimaksimalkan. Jangan sampai setelah kegiatan selesai tidak ada jejak lagi. Hasil KKN ini harus dicermati dan ditindaklanjuti agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegas Tasming.

Ia pun berharap kolaborasi Pemkot Parepare dan Unhas terus diperkuat. Dengan kesinambungan kerja sama tersebut, KKN diharapkan tidak sekadar menjadi agenda akademik, tetapi mampu melahirkan program yang meninggalkan jejak dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat Parepare.