Redaksi : Kamis, 13 Agustus 2026 13:43

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin atau akrab disapa Appi menegaskan pentingnya penguatan sinergi tiga pilar—Pemerintah Kota, TNI, dan Polri—hingga tingkat kelurahan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Langkah ini diambil sebagai upaya deteksi dini guna memastikan seluruh rangkaian perayaan berjalan aman, tertib, dan penuh kegembiraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin Rapat Koordinasi Forkopimda tentang Situasi Kamtibmas di Novotel Makassar Grand Shayla, Kamis (13/8/2026). Turut hadir Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, Wakil Ketua II DPRD Makassar Anwar Faruq, Dandim 1408/Mks, serta seluruh camat dan kepala perangkat daerah se-Kota Makassar.

"Koordinasi tiga pilar menjadi kunci utama agar keamanan terjaga dan tidak mengganggu antusiasme warga menyambut 17 Agustus," ujar Munafri. Ia menjelaskan bahwa perayaan kemerdekaan biasanya diisi pesta rakyat, lomba, dan pentas seni yang berpotensi mengumpulkan massa besar, sehingga persiapan dan antisipasi harus dilakukan secara maksimal.

Selain aspek keamanan, Munafri meminta perhatian khusus pada faktor kesehatan dan pencegahan kebakaran di setiap lokasi kegiatan. Dinas Kesehatan diminta menyiapkan pendampingan medis, sementara seluruh unsur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran saat perayaan berlangsung.

Ia juga menekankan perlunya konsolidasi berkala mulai dari tingkat kelurahan hingga Forkopimda, serta memperkuat koordinasi taktis dengan Polrestabes dan Kodim agar setiap wilayah terpantau detail dan respons cepat dapat dilakukan. Potensi konflik sosial, kejahatan jalanan, hingga tawuran harus dicegah sejak dini.

"Kegiatan ini adalah pesta rakyat, bukan ajang mencari jagoan atau menunjukkan dominasi kelompok tertentu. Kami ingin semua orang merasa senang dan aman," tegas mantan CEO PSM Makassar itu. Ia juga menginstruksikan optimalisasi program Jagai Anakta, mengaktifkan kembali Siskamling di lorong-lorong, serta memperkuat peran RT/RW, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.

Teknologi juga dimaksimalkan, mulai dari pemantauan CCTV hingga layanan darurat 112 yang harus beroperasi 24 jam. Pemerintah juga akan memastikan penerangan jalan memadai untuk mencegah kejahatan, sementara Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat didorong aktif meredam gesekan sebelum meluas.

Sementara itu, Kapolrestabes Makassar Arya Perdana melaporkan situasi kamtibmas saat ini cenderung kondusif dengan penurunan aksi unjuk rasa dan tidak ada tindakan anarkis. Namun, pihaknya mewaspadai isu lama yang kembali disebarkan di media sosial serta gangguan dari geng motor dan penggunaan panah busur, yang juga diduga datang dari daerah sekitar.

"Kami telah berkoordinasi dengan Kapolres Gowa, Takalar, dan Maros, serta rutin melakukan Patroli Trisula. Setiap hari ada penangkapan pelaku, bisa mencapai 10 hingga 20 orang," tutup Arya. Masyarakat pun diimbau tidak terprovokasi berita belum jelas kebenarannya agar perayaan kemerdekaan di Makassar tetap aman dan damai.

 

TAG

BERITA TERKAIT