Redaksi : Selasa, 11 Agustus 2026 19:06
Pramono saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

JAKARTA, BUKAMATANEWS – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyimpan ambisi besar untuk Persija Jakarta. Ia ingin melihat Macan Kemayoran mengangkat trofi juara liga tepat saat Jakarta memasuki momentum bersejarah, yakni peringatan 500 tahun pada 2027.

Harapan tersebut disampaikan Pramono saat menghadiri Bank Jakarta x Persija Collaboration Kick-Off di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/8/2026).

Bagi Pramono, keberhasilan Persija meraih gelar juara tidak sekadar menjadi prestasi olahraga. Trofi tersebut diharapkan menjadi kado istimewa bagi warga Jakarta dalam merayakan lima abad perjalanan Ibu Kota.

“Saya ingin merasakan juara Liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun buat Jakarta,” kata Pramono.

Persija dan Identitas Jakarta

Pramono menilai Persija memiliki posisi penting dalam membangun rasa bangga masyarakat terhadap Jakarta. Klub yang identik dengan warna oranye tersebut telah menjadi bagian dari sejarah dan identitas Ibu Kota, dengan dukungan fanatik dari The Jakmania.

Karena itu, ia berharap hubungan antara Persija, suporter, dan masyarakat Jakarta terus terjaga. Menurutnya, ikatan tersebut merupakan modal sosial yang sangat besar dan tidak dapat diukur hanya dari sisi olahraga maupun bisnis.

Dukungan masyarakat, kata Pramono, harus menjadi energi positif bagi Persija untuk berkembang dan meraih prestasi.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkomitmen menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman. Pramono ingin pertandingan Persija menjadi ruang kebersamaan bagi warga Jakarta sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap klub kebanggaan Ibu Kota.

“Saya betul-betul ingin Persija merasakan pertandingan dengan rasa aman, nyaman dan punya kebanggaan bahwa pertandingan untuk Jakarta adalah pertandingan untuk dirinya dan keluarganya,” ujarnya.

Jakarta Bidik Sport Tourism

Dukungan terhadap Persija juga menjadi bagian dari visi Pemprov DKI Jakarta untuk mengembangkan olahraga sebagai salah satu penggerak kota.

Pramono mengatakan Jakarta kini membuka ruang seluas-luasnya bagi berbagai kegiatan olahraga. Ia ingin Jakarta tidak hanya dikenal sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga berkembang sebagai destinasi sport tourism.

“Saya berharap bahwa Jakarta sekarang ini kita buka ruang selebar-lebarnya menjadi tempat destinasi untuk sport tourism,” kata Pramono.

Menurutnya, penyelenggaraan berbagai event olahraga dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian kota, termasuk sektor pariwisata, UMKM, transportasi, hingga industri kreatif.

Dalam konteks tersebut, Persija dinilai memiliki peran strategis karena mempunyai basis suporter yang besar dan mampu menggerakkan antusiasme masyarakat dalam setiap pertandingan.

Era Baru Persija Bersama Shin Tae-yong

Mimpi Pramono melihat Persija mengangkat trofi pada momentum 500 tahun Jakarta semakin menarik perhatian setelah klub tersebut memasuki era baru dengan menunjuk Shin Tae-yong sebagai pelatih.

Pelatih asal Korea Selatan itu diharapkan membawa pengalaman dan standar baru ke dalam skuad Macan Kemayoran. Pramono pun berharap kehadiran Shin Tae-yong dapat menjadi energi tambahan bagi Persija dalam menghadapi musim kompetisi.

Ia ingin kombinasi antara kekuatan tim, dukungan suporter, serta atmosfer positif dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat membawa Persija bersaing memperebutkan gelar juara.

Jika target tersebut terwujud, trofi liga akan memiliki makna lebih besar karena datang bertepatan dengan perayaan lima abad Jakarta pada 2027.

Pramono menegaskan, dukungan pemerintah kepada Persija merupakan bagian dari upaya membangun kebanggaan warga terhadap Ibu Kota. Ia bahkan tidak mempermasalahkan apabila kedekatannya dengan klub tersebut dinilai terlalu kuat oleh sebagian pihak.

Bank Jakarta dan Persija Perkuat Identitas Ibu Kota

Sementara itu, Direktur Utama Bank Jakarta, Agus Haryoto Widodo, mengatakan kolaborasi dengan Persija merupakan langkah perusahaan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat Jakarta.

Menurut Agus, transformasi Jakarta menuju kota global harus diikuti perubahan di dalam tubuh Bank Jakarta. Perusahaan terus mendorong transformasi digital, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat daya saing tanpa meninggalkan kedekatan dengan masyarakat.

“Jakarta is changing, begitu juga dengan Bank Jakarta. Kami ingin Bank Jakarta semakin modern, profesional, digital, sehat, dan kompetitif tetapi tetap dekat dengan masyarakat,” ujar Agus.

Dalam kesempatan tersebut, Bank Jakarta juga memperkenalkan wajah digital barunya melalui peluncuran laman resmi BankJakarta.co.id.

Pembaruan tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan untuk memberikan pengalaman digital yang lebih modern sekaligus menyesuaikan kebutuhan masyarakat yang semakin bergeser ke layanan perbankan digital.

Agus menegaskan, status Bank Jakarta sebagai bank milik Pemprov DKI bukan menjadi satu-satunya alasan masyarakat menggunakan layanan perusahaan. Menurutnya, kepercayaan publik harus dibangun melalui kualitas pelayanan dan kemampuan memenuhi kebutuhan nasabah.

Kolaborasi Bukan Sekadar Bisnis

Agus menilai kemitraan dengan Persija memiliki nilai strategis karena klub tersebut mempunyai basis pendukung yang besar dan kuat.

Keduanya juga memiliki kesamaan identitas sebagai entitas yang membawa nama Jakarta melalui bidang masing-masing. Bank Jakarta melalui sektor perbankan, sementara Persija melalui olahraga dan sepak bola.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem olahraga dan kebanggaan warga terhadap Ibu Kota.

Agus berharap dukungan tersebut dapat memberikan energi tambahan bagi Persija menghadapi musim kompetisi baru, terutama setelah kedatangan Shin Tae-yong sebagai pelatih.

Ia pun menyampaikan harapan yang sejalan dengan Pramono Anung: Persija mampu meraih gelar juara dan menjadikan trofi tersebut sebagai hadiah spesial bagi Jakarta saat merayakan 500 tahun pada 2027.

Dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, klub, dan suporter, Persija diharapkan tidak hanya menjadi simbol sepak bola Jakarta, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan Ibu Kota menuju kota global yang memiliki ekosistem olahraga dan sport tourism yang kuat.