Guru Seni Budaya Ini Revitalisasi Gandrang Riwakkang Lewat Hibah Dana Indonesiaraya
12 Agustus 2026 06:31
Kebakaran hebat melanda Kandea, Makassar, menghanguskan 37 rumah. Sebanyak 245 warga dari 60 KK terdampak dan dua orang mengalami luka ringan.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan Lorong 3, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (10/8/2026) malam.

Kobaran api dengan cepat merambat dari satu bangunan ke bangunan lainnya hingga menghanguskan puluhan rumah warga. Kondisi permukiman yang padat dengan bangunan berdempetan membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Makassar mencatat sebanyak 37 unit rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Dari jumlah itu, 25 rumah mengalami rusak berat, tujuh rusak sedang, dan lima lainnya rusak ringan.
Kebakaran tersebut juga berdampak terhadap 60 kepala keluarga (KK) atau 245 warga yang tinggal di kawasan tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Fadli Tahar, mengatakan data tersebut merupakan hasil asesmen awal petugas di lapangan.
“Untuk sementara berdasarkan asesmen anggota di lapangan ada 245 warga dari 60 kepala keluarga yang terdampak kebakaran,” ujar Fadli, Selasa (11/8) pagi.
Sebanyak 20 rumah terdampak berada di RT 03/RW 04, sedangkan 17 rumah lainnya berada di RT 04/RW 04.
40 Armada dan 80 Personel Dikerahkan
Besarnya kobaran api membuat Pemadam Kebakaran Makassar mengerahkan kekuatan besar untuk melakukan pemadaman.
Sekitar 40 armada pemadam kebakaran dan lebih dari 80 personel diterjunkan ke lokasi. Bahkan, sejumlah petugas yang sedang tidak menjalani piket turut bergabung membantu proses penanganan kebakaran.
“Jumlah armada itu kurang lebih 40-an, dengan jumlah personel itu kurang lebih 80 sekian, karena rekan-rekan yang lepas piket juga banyak yang bergabung,” kata Bidang Operasi Pemadam Kebakaran Makassar, Cakrawala, Senin (10/8) malam.
Petugas harus berjibaku selama hampir dua jam untuk mengendalikan kobaran api. Kondisi lapangan menjadi salah satu tantangan utama dalam proses pemadaman.
Selain akses menuju lokasi yang sempit, banyaknya warga yang berkerumun di sekitar titik kebakaran turut menghambat pergerakan petugas dan armada.
Cakrawala mengatakan petugas belum dapat langsung melakukan asesmen secara menyeluruh di dalam lokasi karena situasi saat kejadian masih dipadati warga.
“Data awal kita cuma mendapatkan laporan kejadian itu. Untuk penentuan titik kejadian itu kita belum melakukan asesmen di dalam karena kondisi kita lihat masyarakat masih penuh tumpah ruah di lokasi,” ungkapnya.
Rumah Berdempetan, Api Cepat Merambat
Kondisi bangunan di kawasan tersebut turut menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Sebagian besar rumah merupakan bangunan semi permanen yang berdiri sangat berdekatan.
Jarak antarrumah yang sempit membuat kobaran api dengan mudah berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya. Di sisi lain, kondisi tersebut menyulitkan petugas untuk menjangkau titik-titik api.
“Di dalam lokasi memang hampir sebagian besar itu semi-permanen dengan impitan rumah yang cukup padat. Ini yang menyebabkan akses pemadaman cukup sulit juga selain massa yang berkerumun,” jelas Cakrawala.
Diduga Korsleting Listrik
Dari penyelidikan awal kepolisian, kebakaran diduga dipicu korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
Kapolsek Bontoala, Kompol Andi Aris, mengatakan dugaan tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh pihak kepolisian.
“Setelah ada korsleting, orang bilang terjadi kebakaran,” kata Andi Aris.
Ia menyebut jumlah rumah yang terbakar pada tahap awal diperkirakan sekitar 30 unit. Namun, angka tersebut kemudian diperbarui setelah BPBD melakukan asesmen di lapangan.
“Kurang lebih 30 rumah terbakar, ini masih pendalaman, ini masih tahap penyelidikan karena situasi masih dilakukan pemadaman, dilakukan pendinginan,” jelasnya.
Dua Warga Luka Ringan
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, dua warga dilaporkan mengalami luka ringan saat berada di sekitar lokasi kejadian.
Cakrawala sebelumnya menyebut sejumlah warga terkena serpihan benda tajam ketika proses pemadaman berlangsung dan kemudian mendapatkan penanganan medis.
“Laporan korban untuk sementara belum ada, tapi kalau korban luka, tadi sementara pemadaman ada beberapa warga yang kena serpihan benda tajamnya dan dilarikan ke puskesmas,” ujarnya.
Data BPBD Makassar kemudian mencatat dua warga mengalami luka ringan. Hingga asesmen awal dilakukan pada Selasa (11/8), tidak terdapat laporan korban meninggal dunia akibat kebakaran tersebut.
Petugas BPBD bersama instansi terkait masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta kondisi bangunan yang mengalami kerusakan. Sementara itu, proses penyelidikan terkait penyebab pasti kebakaran juga masih berlangsung.
12 Agustus 2026 06:31
12 Agustus 2026 03:34
12 Agustus 2026 00:52
12 Agustus 2026 06:31
12 Agustus 2026 03:34
12 Agustus 2026 03:25