MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pengguna Jalan Tamalanrea Raya, Kota Makassar, mulai mendapat angin segar. Ruas jalan yang selama ini menjadi salah satu jalur dengan aktivitas kendaraan cukup tinggi kini mulai mendapat penanganan melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel).
Pekerjaan di ruas tersebut telah dimulai dengan fokus utama berupa pengaspalan. Penanganan ini diharapkan meningkatkan kualitas permukaan jalan sekaligus memberikan kenyamanan dan kelancaran bagi masyarakat yang melintas di kawasan Tamalanrea.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel, Andi Ihsan, mengatakan pekerjaan Jalan Tamalanrea Raya memang diarahkan pada konstruksi aspal.
"Untuk ruas Jalan Tamalanrea Raya ini pekerjaannya pengaspalan," kata Andi Ihsan kepada awak media, Senin (10/8/2026).
Menurutnya, penanganan tersebut menjadi penting mengingat Jalan Tamalanrea Raya merupakan salah satu ruas yang memiliki intensitas kendaraan cukup tinggi. Bahkan, pada sejumlah bagian, kondisi jalan sebelumnya masih menggunakan paving block.
Melalui program MYP, pemerintah melakukan peningkatan kualitas jalan dengan konstruksi yang disesuaikan dengan kebutuhan teknis di lapangan.
"Melalui program MYP Pemprov Sulsel, ruas ini ditangani dengan konstruksi aspal untuk meningkatkan kualitas dan kenyamanan pengguna jalan," ujarnya.
Masuk Paket 6, Penanganan Capai 6,27 Kilometer
Jalan Tamalanrea Raya merupakan bagian dari Paket 6 MYP, yang mencakup ruas Parang Loe–Tamalanrea Raya–Batas Kabupaten Maros.
Total panjang ruas yang masuk dalam paket penanganan tersebut mencapai 6,27 kilometer.
Namun, Andi Ihsan menegaskan bahwa pemerintah tidak menerapkan satu jenis konstruksi untuk seluruh ruas jalan dalam program MYP. Metode penanganan ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan, kondisi perkerasan, serta kebutuhan teknis masing-masing lokasi.
Khusus Paket 6, pekerjaan mencakup sejumlah metode, mulai dari pengaspalan, konstruksi beton kaku atau rigid pavement, hingga rekonstruksi lapisan perkerasan jalan.
"Semua ruas kita ditangani sesuai kondisi. Kalau tidak terlalu rusak berat dilakukan rekon. Kalau aspalnya masih bisa dipertahankan, kita pertahankan," jelasnya.
Menurut Andi Ihsan, konstruksi beton kaku hanya diterapkan pada titik-titik tertentu yang membutuhkan penanganan lebih kuat. Sementara ruas yang kondisi perkerasannya masih memungkinkan untuk dipertahankan akan ditangani dengan metode yang sesuai.
"Jadi tidak semua diaspal dan tidak semua menggunakan beton rigid. Semuanya disesuaikan dengan kondisi jalan," pungkasnya.
Penanganan Jalan Tamalanrea Raya melalui MYP tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Tamalanrea hingga perbatasan Kabupaten Maros.
BERITA TERKAIT
-
Program MYP Pemprov Sulsel Bikin Pembangunan Infrastruktur Kian Terarah
-
Munafri dan Chaidir Apresiasi MYP Gubernur Sulsel, Dinilai Percepat Konektivitas Antarwilayah
-
Sekjen APDESI: Program MYP Pemprov Sulsel Genjot Ekonomi Desa
-
Jalan Hertasning Kian Tertata, Progres MYP Sulsel Tembus 74 Persen di Median Jalan