MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pencurian meteran air pelanggan mulai menjadi persoalan serius bagi Perumda Air Minum Kota Makassar. Selain meresahkan masyarakat, hilangnya perangkat pengukur penggunaan air itu membuat perusahaan harus menyiapkan ribuan meteran pengganti agar pelayanan pelanggan tetap berjalan.
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan pencurian meteran kini menjadi salah satu keluhan yang cukup banyak disampaikan pelanggan.
"Yang sekarang ini menjadi keluhan masyarakat itu adalah meteran. Ya meteran, yang mana lagi marak pencurian meter," kata Syahrum, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Syahrum, meteran yang hilang akibat pencurian harus segera diganti agar pelanggan tetap mendapatkan pelayanan air bersih. Kondisi itu sekaligus menambah kebutuhan pengadaan meteran perusahaan.
Tak hanya untuk mengganti meteran yang dicuri, kebutuhan perangkat tersebut juga berasal dari berbagai keperluan lainnya, seperti pemasangan sambungan pelanggan baru dan penggantian meteran yang mengalami kerusakan.
"Yang dicuri sedikit, tetapi yang rusak, yang mau diganti, kemudian pemasangan baru, itu membutuhkan meteran. Nah, itu malah sampai 30.000 kebutuhan dalam tahun 2026 ini," ujarnya.
Kebutuhan Meteran Capai 30 Ribu Unit
Syahrum menjelaskan, kebutuhan meteran Perumda Air Minum Kota Makassar sepanjang 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 ribu unit.
Jumlah tersebut mencakup seluruh kebutuhan meteran untuk pelanggan baru, penggantian perangkat yang rusak, serta meteran yang hilang atau dicuri.
Besarnya kebutuhan tersebut membuat ketersediaan meteran menjadi salah satu perhatian perusahaan. PDAM Makassar terus berupaya memastikan stok perangkat mencukupi sehingga proses pemasangan maupun penggantian meteran tidak menghambat pelayanan kepada pelanggan.
Menurut Syahrum, pencurian meteran tidak hanya berdampak kepada pelanggan yang kehilangan perangkat, tetapi juga menambah beban operasional perusahaan karena harus menyediakan meteran pengganti.
Pelanggan Diminta Segera Melapor
PDAM Makassar mengimbau pelanggan segera melapor kepada petugas apabila meteran di rumah mereka hilang ataupun mengalami kerusakan.
Laporan tersebut diperlukan agar petugas dapat segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah penggantian sehingga pelayanan air bersih kepada pelanggan tidak terganggu.
Syahrum juga berharap masyarakat ikut menjaga meteran yang terpasang di lingkungan rumah masing-masing dan segera melaporkan apabila menemukan adanya aktivitas mencurigakan.
Upaya menekan pencurian meteran dinilai penting untuk menjaga pelayanan sekaligus mengurangi beban pengadaan perangkat yang harus ditanggung perusahaan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Gelar Peringatan Maulid Nabi, Plt Dirut PDAM Makassar Ajak Pegawai Hadirkan Keteladanan Rasulullah
-
Wali Kota Appi Imbau Warga Perkuat Kewaspadaan Hadapi Musim Kemarau
-
Atasi Krisis Air, Plt Dirut PDAM Makassar Minta Kementerian PU Bangun Bendung Karet di Sungai Tello
-
Efektivitas Kinerja dan Efisiensi Belanja Dongkrak Laba PDAM Makassar hingga Rp17,3 Miliar
-
Tak Perlu Bawa Uang Tunai, Bayar Tagihan Air Kini Cukup Pindai QRIS di Perumda Air Minum Makassar