MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Tiga murid MTsN 1 Kota Makassar mengharumkan nama Indonesia di ajang 13th International Youth Robotic Competition (IYRC) 2026 di Korea Selatan. Kompetisi internasional yang berlangsung 4–8 Agustus 2026 itu mempertemukan talenta muda dari berbagai negara, diantaranya Thailand, Myanmar, Taiwan, China, Palestina, Oman, Belarus, Jepang, Malaysia, Rusia, dan Korea Selatan.
Dalam ajang yang menguji kreativitas, inovasi, teknologi, dan kemampuan problem solving tersebut, delegasi MTsN 1 Kota Makassar berhasil membawa pulang dua penghargaan internasional.
Ketiga murid tersebut yakni Makaila Sanika Nandafa dari kelas VIII Bilingual, Mochammad Azwad Nugraha dan Andi Muhammad Asyam Nuridham dari kelas VIII Informatika.
Mereka berhasil meraih Silver Medal atau Juara II pada kategori Creative Design Robotic, serta Excellent Award pada Game Maker KIT Challenge.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa murid madrasah mampu tampil percaya diri dan kompetitif di tengah persaingan pelajar dari berbagai negara.
Dari Makassar ke Korea Selatan, ketiganya tidak hanya membawa nama MTsN 1 Kota Makassar, tetapi juga mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.
Kepala MTsN 1 Kota Makassar, Nuraedah, mengaku bangga atas capaian yang diraih para muridnya.
"Kami sangat bangga dan bersyukur atas capaian luar biasa ini. Anak-anak kita telah menunjukkan bahwa murid madrasah mampu bersaing di tingkat dunia," ujarnya.
Menurut Nuraedah, prestasi tersebut lahir dari proses panjang yang melibatkan kerja keras murid, bimbingan guru, dukungan orang tua, serta doa seluruh keluarga besar madrasah.
"Ini menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, berinovasi, dan memberikan yang terbaik," lanjutnya.
Keikutsertaan dalam IYRC 2026 juga menjadi pengalaman berharga bagi ketiga murid MTsN 1 Makassar ini. Mereka berkesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai negara, bertukar pengalaman, membangun jejaring persahabatan, sekaligus mengenal budaya dan karakter pelajar dunia.
Pengalaman itu diharapkan semakin membentuk kepercayaan diri, kemampuan berkomunikasi, kolaborasi, kreativitas, serta wawasan global para murid.
Perjalanan menuju prestasi tersebut juga tidak lepas dari peran guru dan pembimbing. Wakamad Kesiswaan MTsN 1 Kota Makassar, Asyikin, turut mendampingi para murid selama mengikuti rangkaian kegiatan di Korea Selatan.
Bagi MTsN 1 Kota Makassar, capaian tersebut bukan sekadar tentang medali. Prestasi ini menjadi pesan bahwa potensi besar murid madrasah dapat berkembang ketika diberikan ruang, pembinaan, kepercayaan, dan kesempatan untuk berkompetisi.
Nuraedah berharap prestasi tersebut tidak membuat para murid cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian di Korea Selatan menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Medali adalah kebanggaan, tetapi ilmu, akhlak, pengalaman, dan kemauan untuk terus belajar adalah bekal utama untuk masa depan," pesannya.
Prestasi tiga murid MTsN 1 Kota Makassar itu sekaligus memperkuat optimisme bahwa madrasah tidak hanya mampu berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga memiliki talenta yang siap bersaing di panggung global.
Dari Makassar, mereka membawa satu pesan sederhana: madrasah bisa, madrasah hebat, dan madrasah mampu mendunia. (*)