Redaksi : Jumat, 07 Agustus 2026 21:40

MAKASSAR , BUKAMATANEWS— Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah menjadi momentum penting bagi jajaran pimpinan organisasi untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi perjalanan dakwah, serta merumuskan langkah strategis menuju Muktamar V Wahdah Islamiyah. Kegiatan tersebut berlangsung di Studio Utama Kantor DPP Wahdah Islamiyah Makassar dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting, Jum'at, (7/8/26).

Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Dr. KH. Muh. Zaitun Rasmin, Lc., M.A., menegaskan bahwa muktamar bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi ruang musyawarah untuk memperbaiki berbagai aspek gerakan dakwah.

"Muktamar ini waktunya kita bermusyawarah, memikirkan, dan mengevaluasi apa yang perlu diperbaiki ke depannya," ujarnya dalam rangkaian Pra Muktamar V.

Menurut Ustaz Zaitun, potensi dakwah di Indonesia sangat besar karena masyarakat memiliki keterbukaan terhadap ajakan kebaikan. Tantangan yang dihadapi, lanjutnya, adalah bagaimana menghadirkan konsep dakwah yang tepat dan pelaksanaannya dapat berjalan secara optimal.

"Tidak sulit mengajak kebaikan kepada masyarakat Indonesia, tidak seperti masyarakat negara lain. Tapi yang menjadi kelemahan adalah bagaimana konsep dan pelaksanaannya," katanya.

Ia juga mengingatkan agar berbagai persoalan yang dihadapi bangsa tidak melahirkan sikap pesimis. Sebaliknya, seluruh elemen dakwah harus terus menghadirkan semangat bertahan, berjuang, dan melakukan perbaikan.

"Ketika kita mengatakan banyaknya masalah bangsa dan negara, bukan dalam rangka pesimis, karena kita lahir dan diberikan amanah untuk bertahan, berjuang, serta terus melakukan perbaikan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Zaitun kembali menegaskan semangat Salam Sehat Indonesia yang menjadi salah satu ikhtiar Wahdah Islamiyah dalam membangun masyarakat.

"Kita ingin meneruskan perjuangan untuk menyehatkan Indonesia dari sisi hati, jasmani, dan ekonomi," ungkapnya.

Selain membahas penguatan dakwah nasional, Ustaz Zaitun juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Gaza. Ia menyampaikan bahwa meskipun sempat terjadi gencatan senjata pada November 2025, serangan terhadap warga Gaza disebut masih terus berlangsung.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Ustaz Zaitun juga menyebut adanya sebagian warga Palestina yang mendukung Zionis sehingga memperumit situasi di Gaza. Karena itu, ia berharap persoalan tersebut menjadi perhatian dalam pembahasan komisi pada Pra Muktamar maupun Muktamar V.

"Kita berharap dengan adanya Pra Muktamar dan Muktamar Wahdah Islamiyah ada sesuatu yang penting dan signifikan untuk membantu saudara-saudara kita di Gaza Palestina. Ini duka kita semua," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa perhatian terhadap perjuangan bangsa Indonesia tidak boleh mengurangi kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina.

"Walaupun kita dalam muktamar ini menghadapi banyak persoalan yang harus kita bahas untuk negeri kita tercinta, namun kita tidak melupakan saudara-saudara kita di Gaza Palestina," katanya.

Sementara itu, Ketua Harian Panitia Muktamar V Wahdah Islamiyah, Ustadz Rahmat Abdurrahman, menjelaskan bahwa Pra Muktamar diselenggarakan untuk membahas dan merumuskan draft materi yang akan diputuskan dalam Muktamar V.

Menurutnya, forum tersebut mendiskusikan 13 materi utama serta Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) program kerja dan anggaran agar pelaksanaan muktamar berlangsung lebih efektif, efisien, dan menghasilkan keputusan yang matang.

Pra Muktamar V Wahdah Islamiyah mengusung tema "Memantapkan Konsolidasi dan Meningkatkan Kolaborasi Menuju Indonesia Berkah." Melalui forum ini, Wahdah Islamiyah berharap dapat memperkuat persatuan, menyatukan visi perjuangan dakwah, serta melahirkan rekomendasi yang memberi manfaat bagi umat, bangsa, termasuk dalam upaya memperkuat kepedulian terhadap Palestina.