MAKASSAR, BUKAMATANEWS – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat kolaborasi dengan perusahaan pelayaran nasional dan internasional untuk mempercepat transformasi jaringan logistik nasional. Langkah tersebut dilakukan melalui Coffee Session bertajuk "Strategic Business Discussion" yang digelar di Kantor Pelindo Regional 4 Makassar, Selasa (4/8/2026).
Forum ini menjadi wadah dialog strategis antara operator pelabuhan dan para pelaku industri pelayaran dalam menyelaraskan implementasi Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP), sebuah program yang dirancang untuk menciptakan sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan kompetitif.
Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang, Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis, serta sejumlah perusahaan pelayaran seperti PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL), PT Tanto Intim Line, PT Meratus Line, dan SITC.
Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menegaskan transformasi yang dijalankan melalui PINP tidak hanya berfokus pada pembentukan jaringan pelayaran baru, tetapi juga membangun ekosistem logistik yang mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh pelaku usaha.
"Melalui forum seperti ini kami ingin memastikan setiap kebijakan dan program yang dijalankan Pelindo disusun bersama para pengguna jasa. Kolaborasi merupakan kunci untuk menciptakan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus menekan biaya logistik nasional," kata Farid.
Menurutnya, implementasi PINP yang ditargetkan mulai berjalan tahun ini diarahkan untuk mengatasi ketidakseimbangan arus muatan (imbalance cargo) melalui jaringan pelayaran yang lebih terintegrasi.
Strategi tersebut mencakup konsolidasi muatan, peningkatan kepastian jadwal kapal, hingga pemberian skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang mampu meningkatkan tingkat keterisian muatan. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarpelabuhan sekaligus mengoptimalkan utilisasi terminal di berbagai wilayah Indonesia.
Farid menambahkan, keberhasilan implementasi PINP sangat bergantung pada sinergi antara Pelindo, perusahaan pelayaran, dan para pemilik barang. Karena itu, Pelindo terus menggelar roadshow dan forum diskusi di berbagai daerah guna menyerap masukan dari seluruh pemangku kepentingan sebelum program diterapkan secara menyeluruh.
Sementara itu, Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menilai kawasan Indonesia Timur memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan transformasi logistik nasional karena menjadi salah satu simpul utama jaringan distribusi nasional.
"Pelindo Regional 4 siap menjadi mitra strategis bagi seluruh pengguna jasa dalam mengimplementasikan berbagai inisiatif transformasi perusahaan. Kami ingin memastikan setiap perubahan yang dilakukan mampu memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan," ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai masukan dari perusahaan pelayaran akan menjadi bahan evaluasi dalam penyempurnaan implementasi PINP agar kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
Apresiasi terhadap langkah Pelindo juga datang dari pelaku usaha. Branch Manager PT Meratus Line Makassar, Ngurah Gede Santha Dharma, menilai forum diskusi tersebut menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi antara operator pelabuhan dan pengguna jasa.
"Forum seperti ini sangat positif karena memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menyampaikan masukan secara langsung sekaligus memahami arah transformasi yang sedang dijalankan Pelindo. Kami berharap sinergi yang telah terbangun terus diperkuat sehingga mampu meningkatkan efisiensi operasional dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional," katanya.
Melalui forum ini, Pelindo berharap kolaborasi dengan perusahaan pelayaran semakin solid sehingga implementasi PINP dapat berjalan optimal. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarpelabuhan, meningkatkan utilisasi terminal, menghadirkan kepastian jadwal kapal, menekan biaya logistik nasional, sekaligus memperkuat daya saing sektor pelayaran Indonesia di tingkat regional maupun global.
BERITA TERKAIT
-
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan Warga Tallo Bersihkan Pantai Marbo, 1,2 Ton Sampah Diangkut
-
Sulsel Export Day 2025, Dorong Sinergi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
-
Kolaborasi Pelindo dan Pemkot Makassar Gelar Aksi Jumat Bersih di Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta
-
Gelar Program Budaya “Break The Si-Lo”, Pelindo Regional 4 Perkuat Kolaborasi Antarpegawai
-
Pelindo Raih Peringkat 4 Fortune Indonesia 100, Bukti Nyata Kontribusi untuk Negeri