Redaksi : Selasa, 04 Agustus 2026 14:11

LUWU, BUKAMATANEWS - Limbah minyak jelantah yang selama ini kerap dibuang begitu saja kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas). Melalui inovasi pembuatan lilin aromaterapi, mahasiswa KKN mengajak masyarakat Desa Barowa, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mengubah limbah rumah tangga menjadi peluang usaha yang ramah lingkungan.

Program bertajuk "Demonstrasi Pemanfaatan Minyak Jelantah dalam Pembuatan Lilin Aromaterapi" tersebut dilaksanakan secara bergiliran di empat dusun di Desa Barowa. Kegiatan ini menjadi bagian dari KKN Tematik Pemberdayaan Desa yang mengedepankan edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Tak sekadar memberikan teori, mahasiswa KKN mengemas kegiatan dalam bentuk penyuluhan dan praktik langsung. Warga diajak memahami bahaya pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan dan kesehatan, kemudian dilatih mengolahnya menjadi lilin aromaterapi yang memiliki nilai guna sekaligus nilai jual.

Penanggung jawab program, Tiara Armana Putri, mengatakan inovasi tersebut merupakan solusi sederhana yang dapat diterapkan masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga.

"Melalui kegiatan ini, kami berharap kebiasaan membuang minyak jelantah sembarangan bisa perlahan dihentikan. Limbah yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, memiliki aroma yang menarik, dan bernilai ekonomi," ujarnya.

Menurut Tiara, program ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, pertumbuhan ekonomi, serta pelestarian lingkungan darat dan laut.

Melalui pendekatan partisipatif, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri di rumah. Harapannya, produk lilin aromaterapi dari minyak jelantah dapat berkembang menjadi usaha rumahan yang menambah penghasilan keluarga.

Inisiatif mahasiswa KKN Unhas mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Barowa. Kepala Desa Barowa, Ikhsan Arifin, menilai program tersebut memberikan manfaat nyata karena menghadirkan solusi atas persoalan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

"Kegiatan dari adik-adik mahasiswa ini sangat bermanfaat. Warga tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga diajarkan mengolah minyak bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual," katanya.

Ia berharap keterampilan yang telah diberikan tidak berhenti setelah program KKN berakhir, tetapi terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi kreatif berbasis daur ulang di desa.

Melalui program ini, mahasiswa KKN Unhas berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah semakin meningkat. Dengan memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah, volume limbah rumah tangga dapat ditekan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru yang berkelanjutan bagi warga Desa Barowa.