Redaksi : Rabu, 29 Juli 2026 13:55

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 terus memperkuat upaya menciptakan tata kelola kepelabuhanan yang bersih, transparan, dan berintegritas. Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggandeng seluruh pemangku kepentingan melalui Sosialisasi Anti Penyuapan dan Anti Fraud di Lingkungan Pelabuhan yang digelar di Kantor Pelindo Regional 4, Makassar, Rabu (29/7).

Mengusung tema "Membangun Budaya Integritas untuk Mewujudkan Pelayanan Kepelabuhanan yang Bersih, Transparan, dan Bebas dari Penyuapan serta Fraud", kegiatan ini diikuti berbagai stakeholder dan pengguna jasa Pelabuhan Makassar sebagai langkah memperkuat sinergi dalam mencegah praktik korupsi di sektor kepelabuhanan.

Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 4, Rinto Saiful, menegaskan bahwa terciptanya pelayanan pelabuhan yang profesional tidak hanya bergantung pada komitmen internal perusahaan, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif seluruh pihak yang berada dalam ekosistem kepelabuhanan.

Menurutnya, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai simpul utama rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pemangku kepentingan. Karena itu, budaya integritas harus dibangun secara kolektif agar setiap proses pelayanan berlangsung secara bersih, transparan, dan akuntabel.

"Pelabuhan merupakan simpul penting dalam rantai logistik nasional yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, membangun budaya integritas harus menjadi komitmen bersama. Melalui sosialisasi ini kami ingin memperkuat kesamaan pemahaman bahwa pelayanan yang profesional hanya dapat terwujud apabila seluruh proses bisnis dijalankan secara bersih, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik penyuapan maupun fraud," ujar Rinto.

Ia menjelaskan, Pelindo Regional 4 secara konsisten menerapkan berbagai kebijakan penguatan tata kelola perusahaan, mulai dari pengendalian gratifikasi, penerapan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), hingga peningkatan kesadaran seluruh insan perusahaan terhadap pentingnya nilai-nilai integritas.

Komitmen tersebut, lanjut Rinto, juga diperluas kepada seluruh mitra kerja dan pengguna jasa agar budaya antikorupsi menjadi bagian dari budaya kerja di lingkungan pelabuhan.

"Dengan kolaborasi seluruh pihak, kami berharap kepercayaan masyarakat dan dunia usaha terhadap layanan kepelabuhanan akan semakin meningkat," katanya.

Dalam kegiatan tersebut, Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Andi Muhammad Aswin Anas, S.H., M.H., hadir sebagai narasumber yang memaparkan strategi pencegahan tindak pidana penyuapan, potensi fraud dalam aktivitas bisnis, serta pentingnya membangun budaya integritas sebagai fondasi tata kelola organisasi yang baik.

Aswin menekankan bahwa pencegahan penyuapan dan fraud harus dimulai dari komitmen setiap individu yang kemudian diperkuat melalui sistem organisasi yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepatuhan.

"Integritas bukan hanya menjadi kewajiban perusahaan, tetapi juga tanggung jawab setiap individu yang terlibat dalam proses pelayanan. Ketika seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama mengenai risiko hukum dan dampak penyuapan maupun fraud, maka budaya kepatuhan akan tumbuh secara alami dan menjadi benteng utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas," jelasnya.

Ia juga menilai kolaborasi antara operator pelabuhan, instansi pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pengguna jasa menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem kepelabuhanan yang bersih, profesional, dan berdaya saing.

Melalui sosialisasi tersebut, Pelindo Regional 4 berharap seluruh stakeholder semakin memahami pentingnya penerapan prinsip integritas dalam setiap aktivitas pelayanan, sehingga tercipta lingkungan kerja yang bebas dari praktik penyuapan dan fraud.

Sebagai wujud nyata komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan penandatanganan Komitmen Bersama Anti Penyuapan dan Anti Fraud oleh Pelindo Regional 4 bersama seluruh stakeholder dan pengguna jasa yang hadir. Penandatanganan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang bersih, transparan, profesional, serta berintegritas demi mendukung kelancaran rantai logistik nasional.