MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Universitas Hasanuddin resmi menetapkan Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika, holding bisnis milik Universitas Hasanuddin (Unhas). Tim ini dibentuk untuk memberikan nasihat, pertimbangan, dan rekomendasi strategis kepada direksi dalam mengembangkan usaha sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
Kebijakan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor Universitas Hasanuddin Nomor 15820/UN4.1/KEP/2026 tentang Pengangkatan Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika yang ditandatangani pada 26 Juli 2026.
Dalam keputusan tersebut dijelaskan bahwa tim bertugas memberikan nasihat, pertimbangan, dan rekomendasi strategis kepada Direksi PT Hadin Metavisi Akademika dalam pengembangan usaha dan pencapaian tujuan perusahaan.
Tim Penasihat dipimpin oleh Dr. Hendra Noor Saleh, S.E., M.Si., DBA. sebagai Ketua, didampingi Anwar Mattawape sebagai Sekretaris.
Anggota tim terdiri atas Asmawi Syam, S.E., M.M., Drs. Iqbal Latanro, M.M., Ir. H. Haedar A. Karim, William P. Sabandar, M.Eng.Sc., Ph.D., H. Andi Idris Manggabarani, Muhammad Fankar Umran, S.E., M.B.A., serta Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK.
Ketua Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika, Hendra Noor Saleh, mengatakan, pembentukan tim ini merupakan langkah penting dalam memperkuat fondasi bisnis Universitas Hasanuddin.
"Kami melihat PT Hadin Metavisi Akademika memiliki potensi yang sangat besar. Universitas Hasanuddin mempunyai sumber daya manusia unggul, riset yang kuat, jejaring alumni yang luas, dan reputasi akademik yang sangat baik. Semua modal itu perlu diterjemahkan menjadi kekuatan bisnis yang sehat, profesional, dan berkelanjutan," ujarnya.
Menurut Hendra, Tim Penasihat tidak akan terlibat dalam operasional perusahaan sehari-hari, melainkan menjadi mitra strategis bagi direksi.
"Tugas kami bukan menjalankan perusahaan, melainkan menjadi mitra strategis direksi. Kami ingin memastikan setiap langkah bisnis memiliki arah yang jelas, tata kelola yang baik, dan mampu memberikan manfaat bagi Universitas Hasanuddin serta masyarakat luas."
Ia berharap PT Hadin Metavisi Akademika dapat menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi mengelola perusahaan secara profesional, kompetitif, dan memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan tinggi.
Perpaduan Berbagai Kompetensi
Komposisi Tim Penasihat PT Hadin Metavisi Akademika menunjukkan perpaduan berbagai kompetensi. Universitas Hasanuddin menghadirkan para profesional dari empat sektor strategis, yakni bankir nasional, CEO dan pemimpin BUMN, pengusaha, serta tokoh media. Keberagaman pengalaman tersebut diharapkan menjadi kekuatan dalam memberikan perspektif strategis bagi direksi.
Pertama, bankir nasional. Sektor ini diwakili oleh tiga nama yang memiliki pengalaman panjang memimpin lembaga keuangan nasional, yakni Asmawi Syam, Iqbal Latanro, dan M. Fankar Umran. Mereka dikenal sebagai bankir yang pernah memimpin perusahaan-perusahaan BUMN di sektor jasa keuangan.
Asmawi Syam merupakan mantan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), mantan Direktur Utama PT Askrindo, serta kini menjabat Komisaris Independen PT Bank Negara Indonesia (BNI). Lulusan Universitas Hasanuddin ini memiliki pengalaman luas dalam transformasi bisnis, tata kelola perusahaan, dan penguatan industri perbankan nasional.
Sementara itu, Drs. Iqbal Latanro, M.M. pernah menjabat Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebelum dipercaya memimpin PT Taspen (Persero).
Rekam jejaknya dalam mengelola institusi keuangan berskala nasional menjadikannya salah satu figur berpengalaman dalam bidang manajemen korporasi dan tata kelola perusahaan.
Bankir lainnya adalah Muhammad Fankar Umran, S.E., M.B.A, Dia berkarier selama 30 tahun di BRI. Beberapa kali sebagai CEO Regional BRI, baik itu diJawa Barat, Sulawesi Selatan dll. Juga pernah CEO BRIN (BRI Insurance).
Dia juga pernah menjadi Direktur Utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Dia dikenal mendorong transformasi digital perusahaan melalui pengembangan teknologi asuransi (insurtech), sekaligus aktif mengembangkan inovasi berbasis riset.
Kedua, kategori CEO dan pemimpin BUMN. Kategori ini diisi oleh para profesional yang pernah maupun masih memimpin perusahaan-perusahaan strategis milik negara. Pengalaman mereka mengelola organisasi berskala nasional menjadi modal penting dalam memberikan perspektif bisnis dan tata kelola perusahaan.
Ir. H. Haedar A. Karim pernah menjabat Direktur Utama PT Nindya Karya (Persero), salah satu BUMN konstruksi terbesar di Indonesia. Selain memimpin perusahaan, alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin ini juga merupakan mantan Ketua Umum IKATEK Unhas.
Selanjutnya, William P. Sabandar, M.Eng.Sc., Ph.D. dikenal sebagai mantan Presiden Direktur PT MRT Jakarta yang memimpin pembangunan dan operasional moda transportasi modern pertama di Indonesia.
Saat ini ia menjabat Chief Operating Officer Indonesian Business Council (IBC), setelah sebelumnya berkiprah dalam berbagai proyek pembangunan dan rekonstruksi berskala nasional maupun internasional.
Selain mereka, ada nama Dr. dr. Andi Afdal Abdullah, M.B.A., AAK. menjabat Direktur Operasi Perum Bulog. Pengalamannya memimpin organisasi besar di sektor logistik pangan melengkapi kompetensi tim dalam aspek operasional, tata kelola, dan pelayanan publik. Sebelumnya dia menjabat sebagai Direktur BPJS Kesehatan.
Ketiga, kategori pengusaha. Kalangan pengusaha diwakili oleh dua tokoh yang memiliki pengalaman membangun perusahaan sekaligus aktif dalam organisasi dunia usaha dan alumni Universitas Hasanuddin.
H. Idris Manggabarani merupakan Komisaris Utama IMB Group serta salah satu tokoh pengembang properti di Sulawesi Selatan. Ia pernah memimpin DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan dan kini menjabat pengurus Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin.
Selain Idris, nama lain adalah Anwar Mattawape, yang merupakan Founder PT Titah Group yang mengembangkan berbagai lini usaha. Selain aktif sebagai pengusaha, ia menjabat Sekretaris Umum IKATEK Universitas Hasanuddin dan dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong lahirnya wirausahawan baru.
Keempat, kategori media diwakili oleh Dr. Hendra Noor Saleh yang dipercaya sebagai Ketua Tim Penasihat. Pengalaman lebih dari tiga dekade di industri media dan penyelenggaraan event nasional menjadi salah satu kekuatan dalam merumuskan arah strategis PT Hadin Metavisi Akademika.
Hendra Noor Saleh mengawali karier profesionalnya di Kelompok Kompas Gramedia dan pernah menjabat Presiden Direktur PT Dyandra Promosindo, penyelenggara Indonesia International Motor Show (IIMS) dan ratusan even MICE lainnya.
Saat ini ia juga menjabat Komisaris Utama Unhas TV serta Ketua Umum IKAFE Universitas Hasanuddin. Dia juga menjabat sebagai Direktur PICO TBA, perusahaan berinduk di Singapura yang bergerak di bidang MICE.
Pengalamannya dalam industri media, tata kelola bisnis, dan pengembangan jejaring diharapkan memperkuat arah strategis pengembangan holding bisnis Unhas.
Pembentukan Tim Penasihat ini menunjukkan komitmen Universitas Hasanuddin untuk membangun PT Hadin Metavisi Akademika dengan menggabungkan berbagai perspektif profesional.
Pengalaman para bankir nasional, CEO BUMN, pengusaha, dan tokoh media diharapkan mampu memperkuat tata kelola perusahaan, memperluas kolaborasi dengan dunia industri, serta mempercepat transformasi bisnis Universitas Hasanuddin sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Perkuat Inovasi dan Internasionalisasi, Rektor Unhas Lantik 5 Wakil Rektor di Periode Kedua
-
Unhas Kini Miliki UKM Protokoler
-
Miliki Bobot Suara 35 Persen di Pilrek Unhas, Mendiktisaintek Diwakili Wamen Prof Fauzan
-
Pemilihan Rektor Unhas Digelar 12 Januari di Jakarta
-
Roadshow THRIVE Talenta Digital Indonesia di Makassar, Telkomsel Ajak Mahasiswa Unhas Siap Hadapi Era Digital