Dewi Yuliani : Kamis, 23 Juli 2026 19:46
Rapat Koordinasi Pengendalian Terpadu Pengembangan Hilirisasi Nikel bersama Kementerian PPN/Bappenas dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, Kamis, 23 Juli 2026.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Sektor pertambangan masih menjadi mesin penggerak utama perekonomian Luwu Timur. Sektor ini tercatat memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah, yaitu mencapai 38,05 persen.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bapperida Luwu Timur, Kamal Rasyid, pada Rapat Koordinasi Pengendalian Terpadu Pengembangan Hilirisasi Nikel bersama Kementerian PPN/Bappenas dan pemangku kepentingan (stakeholders) terkait, Kamis, 23 Juli 2026. Rapat koordinasi ini diselenggarakan dalam rangka pelaksanaan rapid review terhadap pengendalian program prioritas Presiden, guna memastikan kesesuaian antara target yang ditetapkan dengan implementasi di lapangan.

Besarnya kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB, khususnya nikel, membuat Pemkab Luwu Timur, mendorong hilirisasi nikel secara berkelanjutan.

"Keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari banyaknya jumlah smelter yang dibangun. Lebih dari itu, diperlukan keseimbangan antara sektor hulu dan hilir, konsistensi konservasi sumber daya mineral, serta pendalaman industri agar mampu menghasilkan produk manufaktur bernilai tambah tinggi," terangnya.

Perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam rapat tersebut memaparkan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung penyediaan infrastruktur penunjang, serta kesiapan alokasi lahan untuk kawasan industri nikel.

Sedangkan dari Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) memberikan gambaran serta proporsi penyerapan tenaga kerja, baik di sektor hulu maupun hilir industri nikel.

Melalui kolaborasi antara Bappenas, Bapperida, dan seluruh OPD teknis ini, diharapkan pengembangan kawasan industri dan hilirisasi nikel di Luwu Timur tidak hanya memicu pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga berjalan secara inklusif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan. (*)