JAKARTA, BUKAMATANEWS - Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" ciptaan Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein baru-baru ini viral menuai kecaman.
Anggota DPR RI, Atalia Praratya, mengkritik lirik lagu tersebut karena dianggap merendahkan martabat perempuan dan budaya Sunda.
Belakangan, Om Zein mengunggah lagu itu melalui akun TikTok pribadinya pada awal 2026.
Berikut lirik dan artinya:
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
ES-Em-Pe kelas tilu
SMP kelas tiga
Tos Karuron tujuh kali
Sudah keguguran tujuh kali
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu meuli kutang
Tidak usah membeli bra
Nu busana leuwih gede batan susu
yang busanya lebih besar dari pay*dara
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu ngaprak-ngaprak apotek
Tak perlu cari apotek
Alatan telat bulan
Karena telat datang bulan (haid)
Nuhun Gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
Sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
Tidak usah melukis alis dan bulu mata
Sakalina ngiceup hese beunta
Sekali kedip susah melek
Lalaki langit
Lelaki langit
Lalanang bejad
Lelaki bejat
Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" Ramai Tuai Kecaman
Salah satu kritik paling keras datang dari Anggota Komisi VIII DPR RI, Atalia Praratya.
"Jujur, saya tidak habis pikir. Sepositif apa pun saya mencoba memaknai lagu ini, saya tidak menemukan sedikit pun ruang untuk menganggap lirik ini sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan," ujarnya.
Menurut Atalia, persoalan tersebut tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah selera seni atau kebebasan berekspresi.
Ia juga mempertanyakan alasan pemilihan diksi dalam lagu yang dinilai bertolak belakang dengan nilai budaya Sunda.
Dalam komentarnya, Rossa melontarkan sindiran yang kemudian ramai diperbincangkan netizen.
"Judulna lalaki langit. Penyanyi: Lalaki Gering. Kitu ie teh? (Judulnya Lelaki Langit. Penyanyi: Lelaki Sakit. Gitu maksudnya?)" tulis Rossa.
Kontroversi lagu tersebut kemudian berlanjut ke ranah hukum setelah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jabar melayangkan somasi terbuka kepada Om Zein.
Menurut LBH Jabar, beberapa bagian lirik dinilai menghina tubuh perempuan dan kesehatan reproduksi, termasuk penyebutan keguguran pada anak usia SMP, penggunaan bra, hingga persoalan menstruasi. (*)