MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Krisis air bersih yang selama ini menjadi persoalan warga di wilayah utara Kota Makassar mulai mendapat penanganan serius. Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar bergerak dengan menyiapkan strategi besar untuk meningkatkan pasokan sekaligus memperbaiki distribusi air ke masyarakat.
Tidak hanya mengandalkan satu langkah, PDAM Makassar menyiapkan tiga strategi utama yang dijalankan secara bersamaan, yakni mengaktifkan kembali pompa intake Waduk Nipah-Nipah, memperluas jaringan pipa distribusi, serta melakukan pengerukan saluran air baku yang sudah puluhan tahun tidak tersentuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum Makkurade, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, agar persoalan layanan air bersih segera ditangani.
"Selama ini apa yang disampaikan dan diperintahkan Pak Wali Kota kepada kami selaku Plt Direksi, kami tindak lanjuti. Terbukti kami kerjakan kebutuhan air bersih," ujar Andi Syahrum.
Salah satu langkah awal dilakukan melalui uji coba pengoperasian pompa intake yang mengambil sumber air baku dari Waduk Nipah-Nipah melalui jalur Manggala pada Selasa (30/6/2026).
Pompa tersebut diproyeksikan mampu menambah debit air sekitar 300 liter per detik sehingga suplai ke wilayah utara, termasuk kawasan Kerung-Kerung dan sekitarnya, dapat meningkat.
"Hari ini kami melakukan uji coba pengoperasian pompa intake. Mudah-mudahan dapat menambah debit air untuk wilayah utara," katanya.
Menurut Syahrum, salah satu penyebab utama menurunnya distribusi air ke wilayah utara adalah tidak beroperasinya salah satu pompa sejak Oktober 2025. Kondisi itu berdampak pada berkurangnya aliran air, terlebih saat musim kemarau.
"Inilah yang kami temukan. Seharusnya pompa itu tetap berjalan sambil menunggu pompa yang baru. Karena sejak Oktober 2025 pompa tersebut tidak lagi beroperasi, sehingga mengganggu pasokan air ke wilayah utara dan Kerung-Kerung," jelasnya.
Selain mengaktifkan pompa intake, PDAM juga melakukan langkah kedua berupa penyambungan jaringan pipa dari kawasan Macini Sombala menuju wilayah yang selama ini mengalami kekurangan pasokan.
Jalur tersebut dipilih karena memiliki kapasitas debit air yang lebih besar sehingga diharapkan mampu memperkuat distribusi air ke kawasan utara Kota Makassar.
"Yang kedua adalah penyambungan pipa dari Macini Sombala. Di sana debit airnya cukup besar sehingga bisa membantu menambah pasokan," ungkapnya.
Sementara strategi ketiga adalah pengerukan saluran air baku dari kawasan Manggala menuju Waduk Nipah-Nipah. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperlancar aliran air menuju instalasi pengolahan.
Menurut Andi Syahrum, pengerukan tersebut menjadi langkah penting karena saluran air baku itu sudah sangat lama tidak dilakukan perawatan.
"Menurut informasi warga sekitar, saluran air baku itu terakhir dikeruk sekitar tahun 1979. Artinya hampir 50 tahun baru kali ini dilakukan pengerukan kembali," ujarnya.
Ia menyebut pembenahan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem layanan air bersih agar tidak hanya menyelesaikan persoalan jangka pendek, tetapi juga membangun sistem distribusi yang lebih stabil.
Selama proses perbaikan berlangsung, PDAM tetap melakukan langkah antisipasi dengan menyalurkan air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang terdampak.
"Selama ini kami juga mengantisipasi dengan mengantarkan air menggunakan mobil tangki kepada pelanggan yang belum mendapatkan suplai. Namun sifatnya masih terbatas," kata Syahrum.
Dengan bertambahnya debit air dan membaiknya jaringan distribusi, PDAM Makassar juga menyiapkan perluasan layanan melalui pemasangan sambungan rumah, termasuk program sambungan gratis sesuai kebijakan Pemerintah Kota Makassar.
"Air bakunya harus dipastikan tersedia terlebih dahulu, kemudian baru kita sambungkan ke rumah-rumah warga," tegasnya.
Ia berharap tiga strategi tersebut mampu mempercepat pemulihan layanan air bersih, khususnya bagi masyarakat wilayah utara yang selama ini menjadi kawasan dengan tantangan distribusi terbesar.
"Kami tidak hanya punya satu solusi, tetapi tiga solusi yang dijalankan secara paralel. Harapannya distribusi air kembali normal dan keluhan pelanggan bisa berkurang," pungkas Andi Syahrum.
Dengan pembenahan infrastruktur dan penguatan pasokan air baku, PDAM Kota Makassar optimistis pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat semakin merata dan berkelanjutan.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Marak Pencurian Meter Air, Perumda Air Minum Kota Makassar Imbau Pelanggan Tingkatkan Kewaspadaan
-
Andi Syahrum Tinjau Persiapan Pompa Air Baku Moncongloe, Perkuat Pasokan untuk Utara dan Timur Makassar
-
Antisipasi Kekurangan Air di Utara Kota, Plt Dirut Andi Syahrum Tinjau Rekayasa Jaringan Distribusi
-
Perbaikan Pipa PDAM di Perintis Kemerdekaan, PDAM Imbau Pelanggan Tampung Air Sebelum Pekerjaan Dimulai
-
Antisipasi Kekeringan, Plt Dirut PDAM Makassar Kumpulkan Jajaran Bahas Penguatan Distribusi