Dewi Yuliani : Rabu, 24 Juni 2026 20:31
Sosialisasi Kependudukan yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur di Hotel I Lagaligo Malili, Rabu, 24 Juni 2026.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemanfaatan data kependudukan dan penguatan tenaga lini lapangan menjadi fokus dalam rangkaian kegiatan pembangunan keluarga di Kabupaten Luwu Timur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, membuka Sosialisasi Kependudukan yang dilaksanakan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu Timur di Hotel I Lagaligo Malili, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan dialog antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, bersama Penyuluh KB se-Kabupaten Luwu Timur.

Sosialisasi tersebut mengusung tema "Situasi Kependudukan di Sulawesi Selatan (Luwu Timur) Menurut SUPAS 2025".

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Kepala DP2KB Luwu Timur Amrullah Rasyid, Kepala BPS Luwu Timur Abdullah Pannu, para kepala OPD terkait, serta para camat se-Kabupaten Luwu Timur.

Forum ini menjadi ruang bersama untuk memahami kondisi kependudukan terkini sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran.

Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Timur, Dr. Ramadhan Pirade, menegaskan bahwa data kependudukan memiliki peran strategis dalam mendukung perencanaan pembangunan.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarperangkat daerah agar data SUPAS 2025 dapat dimanfaatkan dalam perencanaan layanan publik, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, peningkatan kualitas keluarga, serta pencegahan stunting.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. Fatmawati, menyampaikan bahwa data kependudukan menjadi acuan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan keluarga.

"Data kependudukan bukan hanya angka, tetapi dasar untuk merumuskan kebijakan yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Melalui data yang kuat, program pembangunan keluarga, pencegahan stunting, dan pelayanan kepada keluarga dapat dilaksanakan lebih terarah dan tepat sasaran," ungkapnya.

Usai sosialisasi, Dr. Fatmawati berdialog bersama Penyuluh KB Kabupaten Luwu Timur untuk memperkuat sinergi, menyerap aspirasi, dan meningkatkan kualitas pelayanan Program Bangga Kencana di lapangan.

Dalam dialog tersebut, ia menekankan bahwa Penyuluh KB memiliki peran penting sebagai penggerak utama pendampingan keluarga.

"Penyuluh KB adalah ujung tombak pelayanan di masyarakat. Karena itu, aspirasi dan pengalaman lapangan perlu terus didengar agar pelaksanaan Program Bangga Kencana semakin responsif, berdampak, dan dekat dengan keluarga," ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan data dan penguatan lini lapangan dapat berjalan beriringan dalam mewujudkan keluarga berkualitas di Kabupaten Luwu Timur. (*)