MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Pembentukan karakter anak tidak hanya berkaitan dengan pendidikan dan pengasuhan, tetapi juga penanaman nilai disiplin, tanggung jawab, serta kesadaran untuk menghormati aturan sejak usia dini. Lingkungan keluarga menjadi tempat pertama bagi anak untuk mengenal dan mempraktikkan nilai-nilai tersebut.
Hal inilah yang didorong Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar melalui penguatan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Kelompok Kegiatan (Poktan) Bina Keluarga Balita (BKB) yang dilaksanakan Penyuluh Keluarga Berencana (KB) Kelurahan Bongaya pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini mengangkat materi penanaman nilai kesadaran hukum bagi keluarga sebagai bagian dari pembentukan karakter anak sejak dini.
Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, menegaskan bahwa keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk pemahaman anak mengenai aturan, hak, dan kewajiban dalam kehidupan sehari-hari.
“Penanaman kesadaran hukum sejak dini dimulai dari lingkungan keluarga. Ini adalah proses pembentukan karakter dasar anak agar terbiasa mematuhi aturan, menghormati hak orang lain, dan memahami kewajiban,” ujar Irwan.
Orang Tua Menjadi Teladan Utama
Menurut Irwan, penanaman kesadaran hukum kepada anak tidak harus dilakukan melalui penjelasan yang rumit. Orang tua dapat memulainya dengan membiasakan aturan sederhana di rumah, seperti mengajarkan kedisiplinan, membangun kebiasaan bertanggung jawab, serta membimbing anak menghormati orang lain.
Penerapan aturan secara konsisten perlu disertai keteladanan orang tua. Dengan melihat dan mengalami langsung perilaku positif di lingkungan keluarga, anak akan lebih mudah memahami pentingnya menaati kesepakatan dan mempertimbangkan dampak tindakannya terhadap orang lain.
“Hal ini dapat dilakukan melalui penegakan aturan rumah tangga yang konsisten dan pemberian teladan dari orang tua. Anak akan lebih mudah memahami nilai-nilai disiplin dan tanggung jawab ketika melihat langsung contoh yang diberikan oleh keluarganya,” tambahnya.
Pendekatan tersebut menempatkan keluarga sebagai ruang pembelajaran pertama bagi anak untuk mengenali batasan perilaku, menghargai hak sesama, dan membangun kebiasaan yang sesuai dengan norma sosial.
BKB Perkuat Peran Keluarga dalam Pengasuhan
Pembinaan BKB menjadi salah satu wadah bagi orang tua untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Melalui kegiatan ini, keluarga diharapkan semakin memahami bahwa pengasuhan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga pembentukan karakter dan perkembangan sosial anak.
Dalam konteks pendidikan kesadaran hukum, keterlibatan orang tua menjadi penting agar nilai-nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.
DPPKB Kota Makassar berharap pembinaan tersebut dapat memperkuat pemahaman keluarga mengenai pentingnya membangun karakter anak sejak dini, termasuk menanamkan kesadaran hukum sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui penguatan program Bangga Kencana di tingkat kelurahan, keluarga diharapkan semakin berperan aktif dalam membentuk generasi yang berkarakter, bertanggung jawab, menghormati hak orang lain, dan mampu beradaptasi secara positif di lingkungan sosialnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
DPPKB Makassar Perkuat Peran Orang Tua dan Kader BKB dalam Pengasuhan Anak Balita
-
Perkuat Program Keluarga dan Tata Kelola Pemerintahan, Irwan Bangsawan Jalankan Dua Agenda
-
DPPKB Makassar Perkuat Pembinaan Sekolah Lansia, Dorong Warga Senior Tetap Aktif dan Mandiri
-
DPPKB Makassar Ikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila 2026, Perkuat Semangat Persatuan dan Pengabdian
-
DPPKB Makassar Gandeng Muslimat NU Perkuat Program Gizi Ibu dan Anak, Sasar Pencegahan Stunting