Redaksi : Senin, 22 Juni 2026 16:49

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya penanganan stunting secara terintegrasi dengan melibatkan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan. Menurutnya, persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi keluarga, sanitasi, lingkungan, dan pola pengasuhan anak.

Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan, Fatmawati, bersama jajaran di Balai Kota Makassar, Senin (22/6/2026).

Dalam pertemuan itu, Munafri didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar, Irwan Bangsawan. Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar dan BKKBN Sulsel dalam pelaksanaan program pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, serta percepatan penurunan stunting.

Munafri menilai penanganan stunting harus menjadi prioritas bersama karena berkaitan langsung dengan kualitas kesehatan dan masa depan generasi muda di Kota Makassar.

“Stunting ini musuh besar kita. Semua sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk memastikan penanganan stunting berjalan maksimal,” tegas Munafri.

Ia menekankan, upaya penurunan stunting tidak cukup dilakukan melalui intervensi kesehatan semata. Pemerintah perlu memastikan keluarga yang berisiko mendapatkan pendampingan sesuai kebutuhan, mulai dari pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, hingga dukungan terhadap kondisi sosial dan ekonomi rumah tangga.

Karena itu, Munafri mendorong agar intervensi dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan data yang akurat hingga tingkat keluarga. Data tersebut diperlukan untuk memastikan program pemerintah menjangkau kelompok sasaran secara tepat dan memberikan dampak nyata.

Selain intervensi kesehatan, Pemerintah Kota Makassar juga mendorong penguatan program pemberdayaan ekonomi keluarga. Sejumlah upaya yang disoroti antara lain urban farming, pemanfaatan lahan pekarangan, serta program yang dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.

Menurut Munafri, pendekatan lintas sektor diperlukan agar penanganan stunting dapat menyentuh berbagai faktor yang memengaruhi tumbuh kembang anak. Untuk itu, ia meminta agar program pembangunan keluarga dilaksanakan secara terintegrasi melalui DPPKB bersama perangkat daerah terkait.

BKKBN Sulsel Perkuat Sinergi dengan Pemkot Makassar

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Selatan, Fatmawati, mengatakan kunjungannya selain sebagai ajang silaturahmi dalam kapasitasnya sebagai pimpinan baru, juga bertujuan memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Kota Makassar.

Kolaborasi tersebut diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program strategis Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, terutama Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) serta upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Kami punya banyak program, Pak Wali. Saat ini kami tetap menjalankan program dengan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, seperti program penanganan stunting,” ujar Fatmawati.

Ia menilai keterlibatan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memastikan program pembangunan keluarga berjalan efektif. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan program hingga menjangkau masyarakat di tingkat keluarga.

DPPKB Jadi Penggerak Koordinasi Program

Kepala DPPKB Kota Makassar, Irwan Bangsawan, menegaskan bahwa koordinasi dengan BKKBN Sulsel menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan pelaksanaan program pembangunan keluarga di daerah.

Menurutnya, kolaborasi antarlembaga dibutuhkan agar program kependudukan, keluarga berencana, dan percepatan penurunan stunting dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Penguatan sinergi juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Bangga Kencana, sekaligus memperluas jangkauan edukasi dan pendampingan bagi keluarga.

Melalui audiensi tersebut, Pemerintah Kota Makassar dan BKKBN Sulawesi Selatan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam menyusun serta melaksanakan program yang berorientasi pada kebutuhan keluarga.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas, sekaligus mendukung pembangunan Kota Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan berkelanjutan.