PAREPARE, BUKAMATANEWS — Di tengah hiruk-pikuk tugas administratif, Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, memilih turun ke jalan. Bukan untuk inspeksi megaproyek, melainkan menyambangi langsung rumah-rumah warga penerima bantuan beras sejahtera (Rastra) di empat kelurahan sekaligus: Cappa Galung, Kampung Baru, Lompoe, dan Lapadde, Senin (15/6/2026).
Kehadiran orang nomor satu di Parepare itu bukan sekadar seremonial. Tasming, yang didampingi Kepala Dinas Sosial dan perangkat kelurahan, sengaja mengubah pola lama penyaluran bantuan. Jika biasanya warga harus berbondong-bondong ke kantor lurah, kali ini pemerintah justru jemput bola—mengantarkan bantuan hingga ke teras rumah.
“Ini adalah hak warga yang sudah terdata. Kami dari Pemkot punya kewajiban moral dan administratif untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” tegas Tasming di sela-sela penyaluran.
Yang menarik, kebijakan distribusi langsung ke rumah ini bukan tanpa alasan. Tasming mengaku sengaja membentuk satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengantar beras. Sasaran utamanya? Para lansia dan warga dengan mobilitas terbatas yang selama ini kerap kerepotan mengambil bantuan sendiri.
“Kami tidak ingin mereka kelelahan atau bahkan tidak mendapat jatah karena kendala fisik. Satgas ini akan memastikan pintu rumah mereka diketuk dan bantuan diserahkan langsung,” ungkapnya.
Langkah itu sontak mendapat sambutan hangat. Warga menilai sistem baru ini lebih manusiawi dan efisien. Bagi mereka, beras yang diterima bukanlah sekadar karbohidrat—melainkan bukti nyata bahwa negara hadir di tengah kesulitan.
Namun, perhatian Tasming tak berhenti di sembako. Di kesempatan yang sama, ia juga menyerahkan bantuan kursi roda kepada sejumlah warga lanjut usia. Bantuan itu diberikan secara simbolis dan personal, menyentuh kebutuhan dasar akan mobilitas yang sering terabaikan.
“Bantuan pangan itu penting, tapi perhatian pada kelompok rentan seperti lansia juga tidak kalah. Kursi roda ini mungkin kecil bagi kita, tapi bagi mereka, ini adalah pintu kemandirian,” ujar Tasming.
Dengan gaya kepemimpinan yang turun langsung ke akar rumput, Tasming berharap program bantuan sosial di Parepare tidak hanya tepat sasaran secara data, tetapi juga tepat rasa secara kemanusiaan. Ia berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan pokok masyarakat, dari pangan hingga dukungan bagi kelompok paling rapuh sekalipun.
“Kehadiran saya di sini adalah bentuk tanggung jawab. Bukan sekadar bagi-bagi beras, tapi memastikan tidak ada warga Parepare yang merasa sendiri menghadapi hidup,” pungkasnya.