LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Struktur perekonomian Kabupaten Luwu Timur kini mulai menunjukkan arah transformasi yang positif. Ketergantungan daerah terhadap sektor pertambangan perlahan mulai bergeser seiring dengan lonjakan signifikan di sektor-sektor ekonomi lainnya.
Pengamat ekonomi, Afrianto, mengungkapkan, pertumbuhan luar biasa terjadi di beberapa sektor non-tambang yang bahkan mampu menembus angka dua digit. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa pondasi ekonomi Luwu Timur semakin bervariasi dan mandiri.
"Malah dengan tumbuhnya sektor lain sampai dua digit, menunjukkan bahwa kita tidak lagi tergantung pada sektor tambang di Luwu Timur," ujar Afrianto saat dikonfirmasi awak media.
Menurutnya, diversifikasi ekonomi ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas iklim usaha dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Selama ini, Luwu Timur kerap diidentikkan sebagai wilayah yang sangat bergantung pada fluktuasi komoditas tambang. Namun, data terbaru menunjukkan potret yang berbeda.
Pertumbuhan dua digit di sektor lain, seperti pertanian, UMKM, pariwisata, atau jasa, membuktikan bahwa daya beli dan produktivitas masyarakat di luar lingkar tambang terus bergeliat maju.
Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi ini menambahkan, momentum pertumbuhan ini harus terus dikawal oleh pemerintah daerah melalui kebijakan yang pro-investasi di sektor non-tambang, kemudahan izin usaha, serta penguatan kapasitas pelaku usaha lokal.
Dengan begitu, ketika sektor pertambangan menghadapi fase pasang surut global, perekonomian domestik Luwu Timur dipastikan akan tetap kokoh dan berdaya saing tinggi. (*)
BERITA TERKAIT
-
Ranperda APBD 2027 Diserahkan ke DPRD, Bupati Luwu Timur Siapkan Enam Prioritas Pembangunan
-
Pantau SPBU Ussu-Malili, Bupati Luwu Timur Tegaskan Tak Ada Toleransi Pelanggaran Ganjil Genap
-
Lampia Cup III 2026 Bergulir, Bupati Luwu Timur Harap Lahir Talenta Voli Muda
-
Dialog Tiga Jam di Wotu, Bupati Luwu Timur Tampung Aspirasi Warga
-
Tinjau Puskesmas Angkona, Bupati Luwu Timur Langsung Respon Keluhan Fasilitas Pelayanan