Redaksi : Rabu, 10 Juni 2026 17:10

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Memasuki usia senja bukan berarti berhenti belajar, berkarya, dan berkontribusi bagi lingkungan sekitar. Semangat inilah yang didorong Pemerintah Kota Makassar melalui pembinaan Sekolah Lansia sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Sekolah Lansia Polkes Monginsidi, Kecamatan Mariso, yang berlangsung pada Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Makassar dalam memperkuat pemberdayaan lansia melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan.

Program Sekolah Lansia tidak hanya diarahkan untuk menjaga kesehatan fisik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan mental, hubungan sosial, dan kesejahteraan spiritual. Pendekatan tersebut diharapkan membantu para lansia menjalani masa tua dengan lebih bermakna serta tetap memiliki peran dalam keluarga dan masyarakat.

Kepala DPPKB Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan, mengatakan pembinaan Sekolah Lansia menjadi sarana pembelajaran yang penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian warga lanjut usia.

“Sekolah Lansia menjadi sarana pembelajaran yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup para lanjut usia. Kami ingin para lansia tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif sehingga dapat terus berperan dalam keluarga maupun lingkungan masyarakat,” ujar Andi Irwan Bangsawan.

Salah satu tujuan pembinaan ini adalah mendukung terwujudnya lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif. Konsep tersebut menempatkan lansia bukan sekadar sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian, tetapi juga sebagai bagian masyarakat yang memiliki potensi dan pengalaman berharga.

Melalui pembinaan yang komprehensif, peserta diharapkan memperoleh pemahaman mengenai pola hidup sehat, pengelolaan kesehatan mental, pentingnya menjaga hubungan sosial, serta penguatan spiritual dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Pengetahuan tersebut menjadi bekal bagi lansia untuk menjaga kualitas hidup sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menjalani aktivitas secara mandiri sesuai kondisi masing-masing.

Selain itu, interaksi dalam kegiatan Sekolah Lansia dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial, berbagi pengalaman, dan membangun rasa kebersamaan. Lingkungan sosial yang positif diharapkan turut mendukung kesejahteraan emosional para peserta.

DPPKB Kota Makassar memandang pemberdayaan lansia sebagai bagian penting dari pembangunan keluarga berkualitas. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar diperlukan agar para lansia tetap memperoleh kesempatan untuk belajar, beraktivitas, serta berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Penguatan peran lansia juga menjadi upaya untuk menjaga hubungan antargenerasi. Pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai kehidupan yang dimiliki warga senior dapat menjadi sumber pembelajaran bagi anak-anak dan generasi muda.

Karena itu, pembinaan Sekolah Lansia diharapkan tidak berhenti pada kegiatan edukasi, tetapi berkembang menjadi upaya berkelanjutan yang mendorong lansia tetap berdaya dan memperoleh dukungan sesuai kebutuhannya.

Melalui program ini, DPPKB Makassar berharap para peserta dapat menikmati masa tua dengan lebih sehat, bahagia, dan bermartabat.

Upaya tersebut sekaligus mempertegas komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam membangun masyarakat yang inklusif, dengan memberikan perhatian terhadap kualitas hidup warga pada setiap tahapan usia, termasuk kelompok lanjut usia.