Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 08 Juni 2026 22:31

Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya, bertemu Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, di Malili, Senin, 8 Juni 2026.
Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya, bertemu Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam, di Malili, Senin, 8 Juni 2026.

Beri Sejumlah Masukan Strategis, Bupati Irwan Bachri Syam Dukung Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, memberikan sejumlah masukan strategis terkait pembentukan Provinsi Luwu Raya kepada Badan Pekerja Pembentukan Daerah Otonomi Baru (BPP DOB) Provinsi Luwu Raya, saat pertemuan di Malili, Senin, 8 Juni 2026. BPP DOB Provinsi Luwu Raya secara khusus menemui Bupati Irwan guna memperkuat dukungan terhadap pembentukan provinsi baru tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Irwan menegaskan bahwa keberhasilan pembentukan provinsi baru tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen administrasi dan dukungan politik semata, melainkan juga memerlukan kesiapan sumber daya yang memadai, termasuk aspek pendanaan yang berkelanjutan

Menurutnya, perencanaan yang matang harus dilakukan sejak awal agar seluruh proses yang akan dilalui dapat berjalan efektif, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menekankan pentingnya pengelolaan pendanaan yang terkoordinasi dan terarah untuk mendukung setiap tahapan perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

"Kita harus memastikan seluruh tahapan berjalan dengan baik dan didukung sumber daya yang memadai agar perjuangan ini memiliki peluang yang lebih besar untuk berhasil," ujar Bupati Irwan Bachri Syam.

Selain membahas aspek administratif dan strategi perjuangan, pertemuan tersebut juga menjadi ruang diskusi mengenai berbagai potensi dan peluang yang dapat diwujudkan apabila Provinsi Luwu Raya terbentuk di masa mendatang.

Pembentukan provinsi baru diyakini dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat tata kelola pemerintahan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di kawasan Tana Luwu.

Sementara, Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali, menjelaskan, kunjungan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk melaporkan progres perjuangan pembentukan daerah otonomi baru sekaligus meminta masukan, arahan, dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sebagai salah satu daerah yang menjadi bagian penting dalam cakupan wilayah Provinsi Luwu Raya.

Menurut Hasbi, dukungan seluruh pemerintah daerah di kawasan Tana Luwu merupakan faktor strategis yang akan menentukan keberhasilan perjuangan pemekaran wilayah tersebut. Oleh karena itu, komunikasi dan koordinasi terus dilakukan secara intensif dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Karena itu, kami terus membangun komunikasi dan memperkuat dukungan dari seluruh daerah yang masuk dalam wilayah cakupan provinsi baru ini," ujarnya.

Salah satu agenda penting dalam pertemuan tersebut adalah penandatanganan surat persetujuan Kabupaten Luwu Timur untuk menjadi bagian dari cakupan wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya. Selain itu, dilakukan pula penandatanganan  Berita Acara Persetujuan Bersama Cakupan Wilayah Daerah Persiapan Provinsi Luwu Raya.

Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam penguatan dukungan administratif yang dibutuhkan dalam proses pembentukan daerah otonom baru. Penandatanganan dokumen tersebut dinilai sebagai langkah strategis yang menunjukkan komitmen dan dukungan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terhadap aspirasi masyarakat Tana Luwu dalam mewujudkan Provinsi Luwu Raya

Agenda silaturahmi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, akademisi, dan pengurus organisasi kemasyarakatan yang selama ini aktif mendukung perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Di antaranya Prof Mansyur Ramly selaku Ketua Pembina Yayasan Badan Wakaf UMI dan Ketua Pembina Yayasan Tociung Luwu, Dr Annas Boceng selaku Rektor Universitas Andi Djemma (Unanda), serta Drs. Baharuddin Solongi, M.Si yang merupakan Wakil Ketua BPP KKLR sekaligus Pengawas Tociung Luwu–Unanda.

Hadir pula Prof. Dr. Hatta Fattah, Prof. Lambang Basri, Hamzah Jalante, Baharman Supri, Dr. Abd. Rahman Nur, MH, Dr. Sukriming Sapareng, Ibrahim Bija, serta sejumlah pengurus KKLR dan tim dari Universitas Andi Djemma. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pemkab Luwu Timur #Irwan Bachri Syam #Provinsi Luwu raya